Kementerian Perhubungan mengerahkan Kapal Negara Kenavigasian (KN) Kunyit untuk memperkuat operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kecelakaan KMP Virgo Transport 8 di Perairan Laut Jawa.
KN Kunyit dari Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin membawa reefer container atau kontainer berpendingin menuju Ring 1 area operasi. Fasilitas tersebut digunakan untuk mendukung penanganan dan penyimpanan sementara jenazah korban yang berhasil dievakuasi.
Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin Hary Bowo Seno Putro mengatakan pengerahan kembali KN Kunyit memperkuat dukungan Kementerian Perhubungan, terutama dalam penanganan korban dan penyediaan dukungan logistik di lokasi kejadian.
Fokus pada Penyelaman
Memasuki hari ke-12 operasi SAR, pencarian diprioritaskan pada penyelaman ke dalam badan kapal. Tim gabungan berupaya menemukan dan mengevakuasi korban yang diperkirakan masih terjebak di dalam KMP Virgo Transport 8.
Selain KN Kunyit, sejumlah kapal Kemenhub juga telah berada di lokasi untuk mendukung operasi. KN Miang Besar dan KN Grantin P.211 disiagakan untuk membantu evakuasi korban, mobilisasi, logistik, serta jalur evakuasi laut menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.
Kapal-kapal tersebut beroperasi bersama KN SAR Wisanggeni dan KP Orca dalam mendukung skema evakuasi melalui jalur laut.
Cuaca Mendukung, Keselamatan Tetap Diutamakan
Kemenhub juga memperkuat koordinasi antara KSOP, KPLP, dan Distrik Navigasi Banjarmasin dengan Basarnas, TNI AL, TNI AU, Polri, serta seluruh unsur SAR yang terlibat.
Berdasarkan prakiraan BMKG, kondisi cuaca di sekitar lokasi operasi diperkirakan cerah berawan. Angin bertiup dengan kecepatan 10–20 knot, tinggi gelombang sekitar 0,5–1,25 meter, dan arus permukaan kurang dari 1 knot.
Meski kondisi cuaca relatif mendukung, keselamatan personel tetap menjadi prioritas, khususnya bagi penyelam yang menghadapi risiko perubahan arus bawah laut.
Berdasarkan data Basarnas per 24 September 2026 pukul 18.00 WITA, dari total 243 orang yang berada di atas kapal, sebanyak 150 orang telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 42 orang meninggal dunia. Sementara itu, 93 orang masih dalam pencarian.