Setelah Airlangga Hartarto, Golkar kembali ditinggal kader besarnya. Anggota Dewan Penasihat Partai Golkar, Jusuf Hamka, secara resmi menyatakan mundur dari kepengurusan Golkar. Langkah ini juga diikuti dengan keputusannya untuk tidak lagi terlibat dalam urusan pencalonan Pilkada.
Menurut Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, pengunduran diri Jusuf Hamka dengan menghormati keputusan tersebut sebagai hak pribadi. Doli menegaskan bahwa hak personal tersebut tidak dapat diganggu gugat.
“Ya itu hak pribadi masing-masing juga, sama dengan Pak Airlangga kan kita juga tidak bisa melarang atau kemudian menanya-nanyakan,” ujar Doli.
Doli juga memastikan bahwa pengunduran diri Jusuf Hamka tidak akan memengaruhi aktivitas partai, terutama menjelang Pilkada yang semakin dekat. Ia menegaskan bahwa kondisi partai saat ini masih kondusif dan siap menghadapi tantangan politik yang ada.
Baca Juga: Airlangga Hartarto Resmi Mundur sebagai Ketua Umum Partai Golkar
“Jadi Jusuf Hamka kalau mau mundur ya itu hak pribadi masing-masing, dan saya yakin partai atau kader partai lain insya Allah tidak akan terpengaruh ya. Apalagi sekarang yang sedang menbat posisi pemimpin partai baik DPP atau DPD, mudah-mudahan ini menjaga kondusifitas,” tambah Doli.
Pengunduran diri Airlangga Hartarto sebelumnya juga didasari oleh pertimbangan untuk menjaga soliditas internal Partai Golkar. Dalam sebuah video yang diunggah untuk mengumumkan pengunduran dirinya, Airlangga menyatakan bahwa keputusannya diambil demi menciptakan situasi yang kondusif di tengah masa transisi pemerintahan yang akan datang.
Keputusan ini tampaknya menciptakan gelombang pengunduran diri di antara para anggota partai, termasuk Jusuf Hamka. Namun, Doli meyakinkan bahwa partai tetap solid dan akan terus berfokus pada persiapan Pilkada serta memastikan transisi kepemimpinan berjalan lancar.
Baca Juga: Jusuf Hamka: Golkar Butuh Pemimpin Berkelas, Bukan Karbitan