HomeBISNISMendag Dorong Ekspor Naik di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia

Mendag Dorong Ekspor Naik di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso berharap kinerja ekspor Indonesia terus tumbuh di tengah kembali meningkatnya harga minyak dunia.

Budi mengatakan peningkatan ekspor, khususnya komoditas nonmigas, diperlukan untuk menjaga neraca perdagangan Indonesia agar tetap berada di jalur positif.

“Harapan kita, yang kita lakukan adalah bagaimana ekspor kita terus meningkat, karena jangan sampai defisit minyak ini nanti mempengaruhi surplus dari nonmigas,” kata Budi di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Ekspor Nonmigas Jadi Penopang

Menurut Budi, pemerintah perlu menjaga agar defisit perdagangan sektor migas tidak terlalu besar sehingga surplus dari sektor nonmigas tetap dapat ditingkatkan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai 167,03 miliar dolar AS. Angka tersebut meningkat 4,43 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Dari total tersebut, ekspor nonmigas mencapai 160,01 miliar dolar AS atau tumbuh 5,21 persen secara tahunan.

Kinerja positif juga terlihat pada Juli 2026. Nilai ekspor Indonesia pada bulan tersebut mencapai 26,22 miliar dolar AS, naik 6,05 persen dibandingkan Juli 2025. Sementara ekspor nonmigas tumbuh 6,84 persen menjadi 25,43 miliar dolar AS.

Perluasan Pasar Ekspor

Budi mengatakan pemerintah terus mencari cara untuk memperluas pasar ekspor Indonesia. Salah satunya melalui penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 14-18 Oktober.

Menurut dia, minat pembeli internasional untuk menghadiri pameran perdagangan tersebut cukup tinggi. Hingga Selasa, lebih dari 4.000 buyer telah mengonfirmasi kehadiran.

“Ini salah satu upaya agar bagaimana kita bisa meningkatkan ekspor kita lebih besar lagi,” ujar Budi.

Harga Minyak Kembali Naik

Di sisi lain, harga minyak mentah dunia kembali mengalami kenaikan pada perdagangan Selasa (22/9). Pergerakan tersebut terjadi di tengah dinamika geopolitik dan potensi dialog antara Amerika Serikat dan Iran di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB.

Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman November naik 0,22 persen menjadi 100,57 dolar AS per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat untuk kontrak Oktober naik tipis 0,02 persen menjadi 95,8 dolar AS per barel. Kontrak November yang lebih aktif diperdagangkan naik 0,14 persen menjadi 92,49 dolar AS per barel.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena kenaikan harga minyak dapat memperbesar nilai impor migas. Karena itu, peningkatan ekspor nonmigas diharapkan dapat membantu menjaga kinerja neraca perdagangan nasional.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments