Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 21 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di sejumlah wilayah dan berkaitan dengan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan 21 orang tersebut diamankan dari tiga wilayah, yakni Jakarta, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
“Dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan tersebut, tim mengamankan sejumlah 21 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, 15 orang di Pemalang, dan seorang di Purworejo,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (29/7).
Dari seluruh pihak yang diamankan, salah satunya merupakan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro. Ia kemudian dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut secara intensif.
OTT tersebut merupakan operasi tangkap tangan ke-18 yang dilakukan KPK sepanjang 2026. Lembaga antirasuah masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diamankan untuk mendalami dugaan tindak pidana yang terjadi.
Budi mengatakan KPK masih memiliki waktu 1 x 24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan sesuai dengan ketentuan hukum acara pidana.
Dalam proses tersebut, penyidik akan mendalami keterangan para pihak serta bukti-bukti yang diperoleh dalam rangkaian OTT sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.
KPK juga telah mengamankan sejumlah barang bukti dalam operasi tersebut. Salah satunya berupa uang tunai dengan nilai lebih dari Rp2 miliar yang diduga berkaitan dengan perkara yang sedang diselidiki.
Sementara itu, KPK menyebut OTT tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi pada sejumlah proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang serta dugaan praktik jual beli jabatan.
Penyidik masih mendalami konstruksi perkara, termasuk bentuk dugaan tindak pidana dan pihak-pihak yang diduga terlibat. KPK belum menyampaikan secara rinci mengenai proyek maupun jabatan yang menjadi bagian dari perkara tersebut.
KPK memastikan pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara menyeluruh. Setelah proses pemeriksaan selesai, lembaga antirasuah akan menyampaikan perkembangan serta status hukum pihak-pihak yang diamankan kepada publik.
Hingga saat ini, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro masih menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK bersama sejumlah pihak lain yang dibawa ke Jakarta.