HomeLINGKUNGANKrisis Air Bersih, Warga Demak Harapkan Bantuan Pemerintah

Krisis Air Bersih, Warga Demak Harapkan Bantuan Pemerintah

Kemarau panjang mulai berdampak kepada ribuan warga di Kabupateb Demak, Jawa Tengah yang mengalami krisis air bersih. Mengharapkan bantuan air bersih, warga pun berjejer meletakan ember dan jeriken kosong di depan rumah masing-masing dan siap menyerbu ketika bantuan air bersih datang.

Berjejer ember, jeriken, galon kosong di depan rumah warga menjadi pemandangan sehari-hari di Dukuh Kalitekuk, Desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah pada saat musim kemarau panjang kali ini.

Krisis air bersih kali ini memaksa mayoritas warga setempat seharian menunggu dermawan dan relawan untuk datangkan bantuan air bersih.

Salah satu warga Solikah mengaku sudah lebih dari sepekan warga harus membeli air mineral atau air jeriken untuk minum dan masak. Pasalnya pamsimnas yang ada di desa airnya payau dan hanya bisa untuk mandi. Untuk satu jeriken air bersih Solikah harus mengeluarkan biaya Rp 5.000, sekali beli dia harus menyiapkan 8 jeriken.

“Ini nggak ada air mas, nunggu bantuan air bersih mas. Sudah seminggu ini parah mas, pam mati, nggak anglir, sumur kering mas, sebelumnya selalu beli air jeriken atau galon,” kata Solikah.

Setelah menunggu seharian, Solikah dan warga lainya akhirnya bisa tersenyum lega setelah truk tangki air bersih bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak tiba di lokasi. Tanpa dikomando warga langsung menyerbu tangki air bersih.

Sementara Sekretaris Desa Ngaluran, Badawi menjelaskan, tidak turunya hujan sejak 3 bulan terakhir berdampak kondisi 4 air pamsimnas dan sumur warga menjadi payau dan sumber airnya terbatas. Dari 3.500 kepala keluarga (KK) yang ada di Desa Ngaluran, 50 persenya alami krisis air bersih sehingga harus membeli atau mengharapkan bantuan datang.

“Yang alami krisis air bersih 50 persenya mas, air sumur dan pamsimnas nggak maksimal.
Selain itu juga payau mas, jadi kalau nggak ada bantuan kasihan mas,” terangnya.

Pihak desa menambahkan, pada tahun 2023 silam, Desa Ngaluran mendapatkan bantuan droping air bersih hingga sebanyak 60 truk tangki air bersih. Namun pada tahun ini musim kemarau lebih parah dibandingkan tahun lalu, sehingga kebutuhan warga akan air bersih diperkirakan akan lebih banyak.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments