Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). Dalam kegiatan tersebut, Prabowo menegaskan Indonesia telah berhasil mencapai swasembada beras, sebuah capaian strategis pada sektor pangan nasional.
Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, Presiden Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 11.22 WIB dengan mengenakan kemeja safari cokelat muda dan topi biru dongker. Setibanya di lokasi panen, ia menyapa serta menyalami warga dan para petani yang hadir.
Presiden kemudian meninjau area pameran hasil pertanian dan mencicipi sejumlah produk olahan pangan karya UMKM kelompok tani. Kegiatan ini menjadi ajang apresiasi terhadap peran petani dan pelaku usaha kecil dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Selanjutnya, Prabowo menuju area persawahan untuk menyaksikan demonstrasi alat dan mesin pertanian modern. Berbagai teknologi dipamerkan, mulai dari drone pertanian, alsintan otomatis, seperti traktor dan rice transplanter, pompa air otomatis, hingga penggunaan benih unggul dan pupuk.
Dalam panen raya tersebut, Presiden Prabowo turut melakukan panen padi bersama para petani dengan menggunakan mesin combine harvester. Ia juga memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh yang berjasa pada bidang pertanian, termasuk Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
Selain itu, Presiden Prabowo menyerahkan santunan kepada anak yatim piatu serta bantuan kepada petani kurang mampu di sekitar lokasi panen.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan Indonesia resmi mencapai swasembada beras hanya dalam waktu satu tahun. Keberhasilan ini ditandai dengan tidak dilakukannya impor beras sepanjang 2025.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan pada puncak perayaan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026). “Saudara-saudara, pada perayaan Natal ini saya dengan bangga menyampaikan, lewat 31 Desember 2025, bangsa Indonesia kini sudah swasembada beras,” ujar Prabowo.
Prabowo mengungkapkan, target swasembada beras sejatinya diproyeksikan tercapai dalam empat tahun. Namun, berkat kerja keras dan kolaborasi berbagai pihak, target tersebut berhasil direalisasikan jauh lebih cepat.
Ia menambahkan, cita-cita swasembada pangan telah lama ia gaungkan bahkan sebelum menjabat sebagai presiden. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan fondasi utama kedaulatan bangsa.
Prabowo menilai keberhasilan swasembada beras Indonesia juga berdampak positif secara global. Keputusan Indonesia menghentikan impor beras disebut berkontribusi pada penurunan harga beras dunia.
“Kita tidak hanya membantu bangsa Indonesia, tetapi juga membantu dunia. Dengan kita tidak impor beras, harga beras dunia turun ratusan dolar. Banyak negara menyampaikan terima kasih kepada kita,” pungkas Prabowo.