Menteri Sekertaris Negara Prasetyo Hadi merespon adanya terror yang menimpa para influencer yang mengkritik program pemerintah. Ia meminta agar masalah tersebut dapat di investigasi hingga tuntas.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Prasetyo setelah konfrensi pers Retret jilid II yang dilaksanakan pada kediaman Presiden Prabowo Subianto di Hambalang. Rabu(07/01/2026)
Pras menegaskan bahwa jika berpendapat terkait program pemerintah dapat menggunakan jalur yang sudah dibuat untuk komunikasi agar kritik dan masukan dapat terserap dengan baik.
“Tetapi kalau kami berpendapat bahwa yang paling penting adalah kalaupun ada kekurangan atau ada kritik, ada masukan, mohon disampaikan dengan jalur-jalur yang selama ini sudah juga kita bangun komunikasinya. Saya kira itu,” katanya.
Pras berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali dan diharapkan bahwa siapapun bisa memberikan kritik ataupun masukan juga masalah tersebut menjadi contoh kedepanya tidak terjadi hal tersebut.
“Ya tentunya kita tidak menghendaki adanya yang begitu-begitu kan. Tapi marilah kemudian kita menjadikan masalah itu kalau kami ya berpendapat bahwa itu bagian dari kita mendewasakan diri sebagai bangsa gitu ya,Artinya kalau ada sesuatu ya mungkin disampaikan dengan baik ya. Tidak ada masalah juga. Masa hari begini masih ada begitu-begitu,” lanjutnya.
Kreator konten sekaligus selebgram, Ramon Dony Adam atau DJ Donny, melapor ke Polda Metro Jaya usai rumahnya dilempari bangkai ayam hingga molotov. Polisi mulai mengusut laporan DJ Donny.
“Akan dilakukan penyelidikan dan meminta keterangan saksi-saksi,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Kamis (1/1). Budi menjawab pertanyaan apakah pelaku teror sudah teridentifikasi.
Laporan DJ Donny sudah teregister dengan nomor LP/B/9545/XII/2025/SPKT POLDA METRO JAYA. DJ Donny melaporkan terkait Pasal 187 KUHP dan/atau Pasal 335 KUHP dan/atau Pasal 356 KUHP.