HomeBISNISIHSG dan Rupiah Anjlok Setelah Menkeu Diganti, Airlangga Optimistis Kondisi Kembali Normal

IHSG dan Rupiah Anjlok Setelah Menkeu Diganti, Airlangga Optimistis Kondisi Kembali Normal

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons anjloknya indeks harga saham gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, setelah reshuffle dan pergantian menteri keuangan (menkeu).

Airlangga meyakini, melemahnya IHSG dan rupiah hanya akan berlangsung sementara. Dengan fundamental kuat, ia mengatakan sentimen akan positif, serta IHSG dan rupiah bakal kembali menguat.

“Pemerintah selalu optimistis,” kata Airlangga di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/9/2025).

Menurut Airlangga, pelemahan ini cenderung terjadi karena sentimen pasar setelah reshuffle kabinet. Dengan kebijakan-kebijakan yang disiapkan pemerintah, dirinya yakin kondisi akan kembali normal.

Situasi ini, kata Airlangga, mirip dengan peluncuran Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara). Kala itu, investor sempat menunjukkan respons negatif terhadap sentimen pasar.

“Ini mirip pada saat Danantara diluncurkan, kan turun sebentar kemudian naik lagi,” papar Airlangga.

Airlangga menegaskan bahwa pemerintah tidak khawatir dengan melemahnya IHSG dan rupiah. Namun, pemerintah memiliki tugas penting untuk menjaga fundamental yang menjadi salah satu kunci agar kondisi kembali normal.

Sebelumnya, IHSG melanjutkan pelemahan pada perdagangan sesi I hari ini, Selasa (9/9/2025). Berdasarkan data RTI Business IHSG anjlok 1,66% atau 128 poin ke level 7.638.

Pelemahan ini menunjukkan respons negatif investor terhadap sentimen pasar, terutama setelah reshuffle kabinet dan pergantian Sri Mulyani sebagai menteri keuangan. Menkeu sendiri saat ini dijabat oleh Purbaya Yudhi Sadewa.

Sentimen negatif dari reshuffle kabinet juga menyebabkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ambruk pada perdagangan Selasa (9/9/2025).

Menurut data Bloomberg pukul 09.05 WIB di pasar spot exchange, rupiah anjlok 1,11% atau 181 poin, mencapai level Rp 16.490 per dolar AS. Pelemahan ini berbanding terbalik dengan kondisi hari sebelumnya, di mana rupiah sempat menguat 0,75% ke level Rp 16.309,5.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments