HomePOLITIKEkonom Senior Minta Menkeu Baru Hati-hati Jika Berbicara di Ruang Publik

Ekonom Senior Minta Menkeu Baru Hati-hati Jika Berbicara di Ruang Publik

Para pakar ekonomi atau ekonom, turut menyoroti pejabat baru di kursi Menteri Keuangan (Menkeu) yang kini diemban oleh Purbaya Yudhi Sadewa. Salah satu hal yang disorot yakni perihal gaya bicara Purbaya yang kerap ceplas-ceplos.

Ekonom senior sekaligus Rektor Universitas Paramadina, Didik J Rachbini mengungkapkan, seorang ahli teknis atau teknokrat, tidak boleh asal berbicara. Terlebih, saat ini Purbaya mengemban sebagai pejabat yang posisinya sangat krusial.

Awalnya Didik mengungkapkan, secara latar belakang, Purbaya merupakan sosok yang cukup mumpuni. Berdasarkan pengalamannya, Purbaya tercatat sempat menjadi anggota Komite Ekonomi Nasional di bawah pemerintahan 2014-2019.

“Orangnya ya ceplas-ceplos seperti itu, tapi dia sebenarnya mempunyai muatan akademik. Sebagai Menteri Keuangan itu yang diperlukan adalah teknostatement,” ungkap Didik, Rabu (10/9/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Didik juga menyoroti pernyataan Purbaya perihal isu 17+8 yang sebelumnya menuai respon publik. Didik mengatakan, respons terhadap tuntutan tersebut tidak boleh dilakukan sembarangan.

Sebelumnya, Purbaya merespons tuntutan 17+8 dalam konferensi pers seusai pelantikannya sebagai menteri keuangan, pada Senin (8/9/2025). Ia mengaku belum mempelajarinya, tetapi berpendapat tuntutan tersebut datang dari sebagian kecil rakyat.

Padahal menurut Didik, situasi kelas menengah saat ini justru dibilang belum dalam keadaan positif karena jumlahnya menurun dari 57 juta menjadi 48 juta orang. Diketahui, kelompok menengah selama ini menjadi penyumbang penggerak ekonomi domestik.

“Dia politik negarawan, mengerti situasi, tahu rasa dan sebagainya. Sehingga merespon 17 plus 8 tidak boleh sembarangan,” pungkasnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments