Pelaksanaan upacara 17 Agustus perdana di Ibu Kota Nusantara atau IKN, ternyata membawa berkah tersendiri bagi para pelaku usaha katering di sekitar IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Mereka pun kini kebanjiran order dan bahkan mampu meraup omset hingga Rp 20 juta per hari.
Lonjakan pesanan katering ini, salah satunya dialami oleh pelaku usaha catering rumahan di Desa Semoi 1, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.
Di rumah sederhana ini, belasan ibu rumah tangga bergotong royong untuk memenuhi pesanan catering dari berbagai pihak yang semakin membludak.
Lonjakan pesanan catering ini, disebabkan akibat dampak dari rencana Pemerintah yang bakal menggelar upacara 17 Agustus di Ibukota Nusantara atau IKN.
Akibat melonjaknya pesanan catering, para pelaku usaha catering pun kini mulai kewalahan lantaran pesanan catering yang meningkat hingga 100 persen jika dibandingkan hari biasa.
Salah seorang pelaku usaha catering, Erna Wijayanti, mengaku lonjakan pesanan catering ini, terjadi mulai tanggal 3 Agustus 2024. Ia pun mendapatkan pesanan hingga 750 nasi kotak per hari, yang terbagi menjadi 250 nasi kotak untuk pada pagi, siang dan malam hari.
Selain itu, pesanan nasi kotak pun juga berdatangan dari sejumlah penginapan di sekitar IKN, yang membutuhkan pasokan 50 nasi kotak untuk makan siang dan malam malam.
“Dapat pesanan 750 kotak per hari, pagi 250, siang 250, terus makan malam 250, mulai tanggal ada yang mulai tanggal 3 Agustus, terus ada yang di penginapan-penginapan dia 50 per box makan siang sama makan malam,” kata Erna.
Menurutnya, akibat terjadinya lonjakan pesanan nasi kotak, ia yang semakin kewalahan pun akhirnya mengajak belasan ibu rumah tangga di sekitar tempat tinggalnya untuk membantunya memenuhi pesanan nasi kotak.
Lonjakan pesanan nasi kotak yang ia alami ini bahkan meningkat hingga 100 persen dibandingkan hari normal. Kendati sudah menambah tenaga kerja, membludaknya pesanan nasi kotak ini pun membuatnya terpaksa harus menolak sejumlah pesanan yang terus berdatangan.
“Meningkat, membludak pesanannya, sampai menolak-menolak karena kasihan para tim tidak mampu, tenaganya kurang. Iya hampir 100 persen daripada hari biasa, iya berkah IKN,” imbuhnya.
Dampak dari rencana Pemerintah untuk menggelar Upacara 17 Agustus di IKN ini, ternyata telah membawa berkah bagi para pelaku usaha catering.
Pasalnya, mereka pun ternyata mampu meraup omzet hingga mencapai Rp 20 Juta per hari selama bulan Agustus 2024 ini.
“sehari ya, iya 20 juta lah per hari. Enggak tentu kalau hari normal, kadang ada pesanan ya tiap hari ada tapi enggak banyak,” pungkasnya.
Sementara itu, para pelaku usaha catering di sekitar kawasan IKN ini pun berharap agar Pemerintah lebih sering menggelar kegiatan bertaraf nasional atau pun internasional, sehingga bisa menggerakkan roda perekonomian masyarakat di sekitar kawasan IKN.