HomeHUKUMKadin Minta Pemerintah Tindak Tegas Aksi Pungli yang Ganggu Dunia Industri

Kadin Minta Pemerintah Tindak Tegas Aksi Pungli yang Ganggu Dunia Industri

Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kamar Dagang dan Industri Indonesia Saleh Husin mengatakan, aksi premanisme pungutan liar (pungli) yang marak terjadi mulai mengganggu para pelaku dunia industri.

Dalam tinjauannya, Saleh menemukan adanya sejumlah aksi pungli yang tidak wajar. Untuk itu, ia meminta perhatian pemerintah untuk menindak tegas oknum yang melakukan aksi pungli secara paksa.

“Tentu kehadiran pemerintah yang paling utama adalah menindak tegas (oknum pungli). Kalau hanya sekadar ditangkap terus dinasihatin, saya kira itu tidak membuat efek jerak terhadap aksi-aksi premanisme di lingkungan pabrik,” kata Saleh, Jumat (7/5/2025).

Saleh menyampaikan, sektor industri menjadi salah satu faktor menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen yang ditargetkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Untuk mencapai target tersebut maka perlu menciptakan dunia industri yang aman, nyaman, dan tidak ada ganguan.

Jika aksi pungli ini marak terjadi, Saleh khawatir hal tersebut akan membuat sejumlah pabrik mengalami gangguan operasional. Bahkan, bisa menimbulkan pengeluaran (cost) berlebih, seperti penambahan petugas keamanan dan peralatan CCTV.

Saleh melanjutkan, industri padat karya seperti tekstil, alas kaki, elektronik, dan otomotif adalah industri yang rentan mengalami aksi pungli. Salah satunya, aksi oknum organisasi masyarakat (ormas) yang dilaporkan mengganggu pembangunan pabrik mobil listrik asal China, BYD, di Subang, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Selain meresahkan pelaku dunia industri, Saleh mengatakan aksi pungli akan mengganggu iklim investasi di Tanah Air, terutama investasi yang datang dari luar negeri. Akibatnya, investor akan berpikir dua kali sebelum menyuntikkan dananya ke Indonesia.

“Tentu yang rugi bangsa kita sendiri secara tidak langsung. Ini bahkan menutup peluang saudara-saudara kita untuk bekerja di tempat-tempat yang akan dibuka investasi tersebut,” tandas Saleh.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments