Pohon beringin raksasa yang berada di lokasi situs Mattabulu, Desa Mattabulu, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, pada Minggu (3/11/2024), tumbang yang akibatnya menewaskan sebanyak 9 orang dan 8 orang lainnya mengalami luka-luka.
9 orang korban tewas tragedi tumbangnya pohon beringin menghebohkan warga yang berada di lokasi tersebut, yakni Rosmini (37), Marnuni (34), Asse (40), Ikada, Wammenneng (60), Karyati (55), Agus, Rabiah (50) dan Nuraeni. Di antara para korban ada ibu dan anak, serta korban yang masih saudara kandung.
Sedangkan 8 korban luka yang sementara dirawat di ruang IGD Rumah Sakit Umum Daerah Latemmamala, masing-masing Sulfiana (20) Satriana (27), Nafisah (66), Taju (24), Sakkatang (33), Nur Indah Sari (29), Iruse (35) dan Iwan (36).
Kejadian tersebut bermula saat pengunjung yang diperkirakan kurang lebih 20 orang berada di sebuah rumah pondok untuk berteduh dikarenakan cuaca hujan dan disertai dengan angin yang cukup kencang hingga mengakibatkan pohon yang berada di sekitaran pondok tersebut tumbang dan menimpa rumah pondok tersebut hingga mengakibatkan 9 orang tewas dan 8 orang mengalami luka luka.
Dalam sebuah video yang beredar, batang pohon memang terlihat sangat besar. Di bawah pohon tersebut banyak korban terjebak. Sebelumnya sempat terdengar suara petir dan seketika menyambar pohon. Akibatnya, beberapa tangkai pohon besar jatuh dan menimpa pondok yang di dalamnya terdapat para korban.
“Masyarakat yang berkunjung ke situs sekitar 20 orang lebih singgah di pondok tidak lama hujan deras turun diiringi bertiupnya angin cukup kencang,” ujar Kapolres Soppeng, AKBP Andi Yusuf.
Sementara itu kesembilan korban meninggal dunia telah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak dan korban luka luka kini masih mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Latemmamala, Kabupaten Soppeng.
“Seluruh korban (meninggal) telah diambil oleh pihak keluarga dan sudah kami antarkan ke rumah duka masing-masing. Perkembangan selanjutnya akan saya pancarkan kembali,” tandasnya.