Harga daging ayam di Pasar Tradisional kota Surabaya mengalami kenaikan mulai Rp. 4.000 – Rp. 5.000/kg. Kenaikan harga daging ayam ini sudah terjadi sejak sebulan terakhir dan saat ini harganya mencapai Rp. 34.000 – Rp. 35.000/kg. Akibat kenaikan harga ini, omzet pendapatan pedagang menurun karena sepinya pembeli.
Salah satu kebutuhan bahan pokok yang mengalami kenaikan harga cukup drastis terjadi pada daging ayam. Di pasar Soponyono Rungkut Surabaya, harga daging ayam saat ini sudah mencapai Rp. 34.000 – Rp. 35.000 perkilogram.
Harga daging ayam ini naik secara bertahap sejak sebulan terakhir, dimana harga sebelumnya hanya Rp. 30.000 – Rp. 32.000/kg. Kenaikan harga ini tidak hanya dikeluhkan pembeli, namun pedagang juga mengalami penurunan omzet penjualan.
Sudarkim, salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Soponyono Rungkut Surabaya mengaku sebelum ada kenaikan harga bisa menjual 50 kg daging ayam sehari, namun kini hanya 30 kg. Pedagang juga tidak mengetahui penyebab kenaikan harga karena pasokan dari produsen masih normal.
“Sebelum ada kenaikan harga bisa menjual 50 kg daging ayam sehari, namun kini hanya 30 kg. Pedagang juga tidak mengetahui penyebab kenaikan harga karena pasokan dari produsen masih normal,” ungkap Sudarkim, Pedagang daging ayam, Kamis (17/10/2024).
Bagi warga, kenaikan harga daging ayam ini juga semakin memperberat biaya kebutuhan keluarga. Pasalnya di saat yang sama, harga kebutuhan pokok lainnya juga mengalami kenaikan harga.
“Kenaikan harga daging ayam ini juga semakin memperberat biaya kebutuhan keluarga. Pasalnya di saat yang sama, harga kebutuhan pokok lainnya juga mengalami kenaikan harga,” ujar Yati, Pembeli.
Dengan kenaikan harga daging ayam ini banyak pembeli yang memilih mengurangi pembelian agar bisa berhemat. Pedagang dan pembeli berharap pemerintah bisa menormalkan harga daging ayam.