Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu menilai perekonomian Indonesia pada kuartal II 2026 menunjukkan kondisi yang tetap baik, tercermin dari sejumlah indikator ekonomi yang mengalami pertumbuhan positif.
Anggito mengatakan aktivitas ekonomi nasional masih bergerak kuat meskipun perekonomian global menghadapi berbagai tantangan. Kondisi tersebut menunjukkan daya tahan ekonomi Indonesia tetap terjaga.
“Gairah ekonomi kita tetap baik, tercermin dari berbagai indikator yang menunjukkan perkembangan positif,” kata Anggito dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (5/8).
Menurut dia, salah satu indikator yang menunjukkan penguatan aktivitas ekonomi adalah konsumsi masyarakat. Pergerakan konsumsi menjadi faktor penting karena memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain konsumsi, aktivitas investasi juga menjadi salah satu komponen yang terus diperhatikan pemerintah. Peningkatan investasi dinilai dapat memperkuat kapasitas produksi nasional sekaligus menciptakan lapangan kerja.
Pemerintah juga mencermati perkembangan sektor manufaktur dan perdagangan sebagai bagian dari indikator yang menggambarkan kondisi perekonomian nasional.
Anggito menilai berbagai indikator tersebut menunjukkan perekonomian Indonesia masih memiliki momentum pertumbuhan yang cukup kuat pada kuartal II 2026.
Kondisi ekonomi domestik juga didukung oleh kebijakan pemerintah yang diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong aktivitas dunia usaha.
Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi melalui berbagai kebijakan fiskal dan koordinasi dengan otoritas terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan momentum pertumbuhan tetap terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Selain itu, pemerintah mendorong optimalisasi belanja negara agar memberikan dampak lebih besar terhadap aktivitas perekonomian. Belanja pemerintah diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ketika kondisi eksternal masih penuh tantangan.
Anggito mengatakan pemerintah akan terus memantau perkembangan ekonomi secara berkala. Berbagai indikator, mulai dari konsumsi, investasi, perdagangan, hingga aktivitas industri, akan menjadi pertimbangan dalam menentukan kebijakan ekonomi selanjutnya.
Pemerintah optimistis fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat sehingga pertumbuhan ekonomi dapat dipertahankan. Kebijakan yang tepat sasaran dan sinergi antarotoritas dinilai menjadi kunci untuk menjaga momentum tersebut.
Dengan kondisi ekonomi domestik yang relatif terjaga, pemerintah berharap pertumbuhan pada kuartal II 2026 dapat menjadi pijakan untuk memperkuat kinerja ekonomi pada semester kedua tahun ini.