HomeLINGKUNGANRatusan KK di Maros, Sulsel Alami Krisis Air Bersih

Ratusan KK di Maros, Sulsel Alami Krisis Air Bersih

Ratusan Kepala Keluarga (KK) di Desa Tuppabiring, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, mengalami krisis air bersih. Warga di desa ini bahkan hanya mengandalkan bantuan air bersih dari pemerintah.

Salah satunya saat bantuan air bersih yang disalurkan melalui Kodim 1422 Maros. Warga mayoritas emak-emak berbondong-bondong membawa ember dan baskom untuk mengambil air bersih gratis yang disalurkan di Dusun Peppebulaeng, Desa Tupabbiring, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros.

Diketahui sudah 3 bulan daerah ini dilanda krisis air bersih, sebab sumur tadah hujan yang ada di desa ini sudah mengering akibat kemarau yang melanda.

“Jumlah jiwa 400 lebih, KK ada 100. Hari ini saya berterimakasih sekali, selama ini ada beberapa bulan kekeringan,” ujar Kepala Dusun Peppebulaeng, Syahrul.

Untuk kebutuhan air bersih sehari hari ratusan kepala keluarga yang bermukim di kawasan ini terpaksa mengandalkan air yang dibeli seharga Rp 100 ribu perdua tandon atau mendapatkan bantuan air bersih dari pemerintah.

“Setelah disentuh pemerintah, saya sangat bersyukur sekali dengan bantuan ini,” tuturnya.

Dari catatan data BPBD Kabupaten Maros, sebanyak 4 kecamatan yang dilanda krisis air bersih yakni Kecamatan Bontoa, Lau, Maros Baru dan Marusu. Sedangkan dari data BMKG, Kabupaten Maros mengalami puncak musim kemarau pada bulan Agustus dan akan meluluh di bulan September. Diperkirakan musim penghujan akan jatuh pada bulan Oktober mendatang.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments