Pemerintah pusat memprioritaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia menyusul meningkatnya potensi kebakaran akibat kondisi cuaca kering yang dipengaruhi fenomena El Nino.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah saat ini mengerahkan dukungan kepada pemerintah daerah dan berbagai unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla.
“Pemerintah pusat mendukung penuh apa pun yang dibutuhkan oleh pemerintah daerah, BNPB, teman-teman Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan, pemerintah provinsi, maupun Balai Taman Nasional,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/8).
Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo Subianto telah meminta agar penanganan karhutla dilakukan secara maksimal. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat proses pemadaman di lokasi yang terdampak.
Belum Ada Rencana Penggantian Pejabat
Prasetyo juga menegaskan pemerintah belum memiliki rencana untuk mengganti pejabat TNI maupun Polri yang dianggap gagal mengendalikan karhutla di wilayah masing-masing.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk menanggapi wacana yang sebelumnya dikemukakan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago mengenai kemungkinan penggantian Kapolda hingga Pangdam yang dinilai tidak mampu menangani karhutla.
Prasetyo mengatakan pemerintah saat ini belum sampai pada tahap tersebut. Menurut dia, hal yang paling mendesak adalah memastikan kebakaran dapat segera dikendalikan.
“Kita belum sampai ke arah ke sana, yang penting kita konsentrasi dulu secepatnya untuk itu bisa diatasi,” ujarnya.
Karhutla Capai 107 Ribu Hektare
Sebelumnya, Menko Polkam Djamari Chaniago menyampaikan pemerintah tengah menangani karhutla yang mencakup sekitar 107.000 hektare di sejumlah wilayah.
Pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap daerah yang masuk kategori rawan karhutla, yakni Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Riau.
Sejumlah unsur dikerahkan dalam penanganan kebakaran, termasuk BNPB, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, pemerintah daerah, serta unsur TNI dan Polri.
Prasetyo meminta masyarakat turut mendukung upaya petugas yang masih melakukan pemadaman di sejumlah titik.
Ia juga mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, terutama dalam kondisi cuaca yang relatif kering.
El Nino Hambat Operasi Modifikasi Cuaca
Prasetyo menjelaskan kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan dalam upaya penanganan karhutla. Fenomena El Nino yang cukup kuat menyebabkan kondisi udara lebih kering sehingga api lebih mudah menyebar.
Pemerintah juga menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai salah satu langkah untuk membantu menghasilkan hujan di wilayah yang membutuhkan.
Namun, pelaksanaan OMC sangat bergantung pada kondisi awan. Tidak semua wilayah memiliki kondisi atmosfer yang memungkinkan operasi tersebut menghasilkan hujan.
“Desainnya semua kita persiapkan, tetapi secara teknis penjelasan dari Kepala BMKG tidak selalu bisa didapati kondisi awannya memungkinkan untuk operasi modifikasi cuaca itu menghasilkan hujan,” jelas Prasetyo.
Pemerintah memastikan penanganan karhutla akan terus menjadi prioritas dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas sekaligus mengurangi dampak terhadap masyarakat dan lingkungan.