HomeVIRALPemain Putra Jaya Dipecat usai Viral Lakukan Tendangan Kungfu di Liga 4...

Pemain Putra Jaya Dipecat usai Viral Lakukan Tendangan Kungfu di Liga 4 Jatim

Manajemen tim Putra Jaya resmi memecat salah satu pemainnya setelah viral melakukan pelanggaran berat berupa tendangan kungfu dalam laga Liga 4 Jawa Timur melawan Perseta Tulungagung.

‎Insiden tersebut terjadi pada pertandingan putaran 32 zona Jatim yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Senin (kemarin).

‎Pemain bernomor punggung 23, Muhamad Hilmi Gimnastiar (20), dipecat langsung oleh manajemen Putra Jaya usai aksinya mencederai pemain Perseta Tulungagung.

‎Selain pemecatan, ASKAB PSSI Kabupaten Pasuruan juga akan menggelar rapat koordinasi, untuk membahas pemberian sanksi tegas atas insiden tersebut.

‎Pertandingan antara Putra Jaya dan Perseta Tulungagung awalnya berjalan normal. Kedua tim tampil cukup baik pada babak pertama.

‎Namun situasi berubah pada babak kedua, tepatnya pada menit ke-71, ketika pemain Putra Jaya melakukan tendangan kungfu sambil melompat ke arah pemain Perseta.

‎Akibat tendangan tersebut, Firman Nugraha, pemain Perseta Tulungagung, terpental dan terjatuh hingga mengalami cedera. Insiden itu terjadi saat Perseta Tulungagung unggul 4-0 atas Putra Jaya.

‎Ketua Harian Putra Jaya, Gaung Andaka R, langsung mengambil langkah tegas dengan mengeluarkan surat pemecatan terhadap Muhamad Hilmi Gimnastiar, warga Desa Mojo Tengah, Kabupaten Pasuruan.

‎Manajemen menilai tindakan tersebut mencederai nilai sportivitas dan merugikan tim. Selain memecat pemainnya, pihak Putra Jaya juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Firman Nugraha dan manajemen Perseta Tulungagung atas insiden yang menyebabkan cedera tersebut.

‎ASKAB PSSI Kabupaten Pasuruan turut merespons serius kejadian ini. Wakil Ketua Umum ASKAB Pasuruan, Abubakar Assegaf, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir aksi kekerasan di lapangan.

‎“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Liga 4 adalah ajang pembinaan dan pencarian bibit pemain muda berbakat. Tindakan kekerasan seperti ini jelas mencederai nilai sepak bola,” ujar Abubakar.

‎Ia menambahkan, ASKAB akan segera menggelar rapat koordinasi dengan jajaran pengurus untuk menentukan sanksi lanjutan.

‎“Kami akan rapatkan dengan anggota ASKAB. Sanksi tegas akan kami berikan sesuai regulasi, agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

‎Diketahui, wasit yang memimpin pertandingan langsung mengganjar kartu merah kepada Muhamad Hilmi Gimnastiar dan memintanya keluar dari lapangan, setelah melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Perseta 1970 Tulungagung.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments