HomeEKONOMIMendes: Ekspor Kendang Jimbe Blitar ke Tiongkok Senilai Rp17 Miliar

Mendes: Ekspor Kendang Jimbe Blitar ke Tiongkok Senilai Rp17 Miliar

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto melepas ekspor alat musik kendang jimbe buatan warga Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur ke Tiongkok. Ekspor kendang jimbe yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bekerjasama dengan PT. Astra Internasional tbk senilai Rp17 miliar tersebut merupakan baru pertama kali ini dilakukan.

“Ini perdana dan perlu menjaga kontinuitas dan kualitas dipertahankan. Ekspor yang fantastis bagi sebuah desa, lebih dari Rp17 miliar per tahun,” kata Yandri Susanto, kepada wartawan. 

Yandi mengaku sangat mengapresiasi produk lokal karya warga Blitar, yang ternyata secara kualitas juga bagus. Dengan ekspor perdana kendang jimbe yang terbuat dari kayu dan kulit sapi tersebut menjadikan Desa Ngoran semakin produktif. Selain itu, dengan usaha ini turut serta menyerap tenaga kerja dan memanfaatkan kulit sapi.

“Itu artinya bisa mengangkat lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran di desa. Karena pembuatan satu kendang jimbe banyak melibatkan orang, mulai dari yang menebang pohon, mengamplas batang pohon, mengecat, mengukir hingga mengemasnya,” jelasnya.

Menurut Yandri dengan adanya program ekspor kendang jimbe tersebut, ia meminta BUMDes mengelola programnya dengan baik dan profesional. Selanjutnya, untuk memajukan produknya, BUMDes agar terus berkolaborasi dengan perusahaan swasta, sehingga ekspor kendang jimbe terus berkelanjutan, dengan harapan BUMDes bisa membangun desa secara mandiri.

“Kata kunci kolaborasi, harus bisa mendorong sumber pangan dari desa, sumber energi dari desa, makan siang bergizi dan hilirisasi produk,” pungkasnya

Pemerintah Kabupaten Blitar, mendata perajin kendang jimbe ini tersebar di sejumlah kecamatan. Selain di Kecamatan Nglegok, perajin kendang jimbe ada di Kecamatan Kanigoro, Gandusari, Srengat dan Wlingi. 

Sekedar informasi kendang Jimbe merupakan alat musik ritmis tradisional yang dimainkan dengan cara ditabuh atau dipukul. Alat musik ini memiliki bentuk yang menyerupai kendang serta terbuat dari kayu yang dipahat secara manual. Kulit bagian tabuhannya menggunakan kulit binatang, sehingga saat dipukul bisa menciptakan suara khas.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments