HomePOLITIKInggris dan Prancis Belum Mau Patroli Selat Hormuz sebelum Gencatan Senjata

Inggris dan Prancis Belum Mau Patroli Selat Hormuz sebelum Gencatan Senjata

Inggris dan Prancis menolak mendukung Amerika Serikat (AS) dalam rencana patroli bersama di Selat Hormuz sebelum tercapainya gencatan senjata yang berkelanjutan dalam konflik antara AS dan Iran.

Penolakan tersebut menjadi salah satu kendala dalam rencana Washington untuk meningkatkan keamanan pelayaran di jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman tersebut.

Seperti dilaporkan Politico, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth telah membahas rencana patroli bersama itu dengan Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting melalui percakapan telepon pada Jumat (24/7).

Pembicaraan kemudian melibatkan Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Catherine Vautrin pada Senin (27/7).

Dalam rencana tersebut, AS dan Inggris akan menggelar konferensi internasional di London untuk membahas pembagian peran masing-masing negara. Pertemuan itu juga akan membahas penentuan kapal perang yang akan ditugaskan untuk mencari ranjau laut serta melindungi kapal-kapal sipil yang melintas di Selat Hormuz.

Namun, pembahasan mengenai rencana patroli tersebut sejauh ini belum menghasilkan kemajuan berarti. Sejumlah sumber menyebut belum ada terobosan yang diperkirakan dapat dicapai dalam waktu dekat.

Sikap Inggris dan Prancis tersebut menunjukkan kehati-hatian negara-negara Eropa dalam terlibat langsung dalam operasi militer di tengah konflik AS-Iran yang masih berlangsung.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump pada 8 Juli menyatakan gencatan senjata dengan Iran yang dicapai pada 18 Juni tidak lagi berlaku. Sejak saat itu, militer AS kembali melancarkan sejumlah serangan terhadap Iran.

Eskalasi konflik kemudian berdampak terhadap kondisi keamanan di sekitar Selat Hormuz. Jalur pelayaran tersebut mengalami blokade secara de facto dan mengganggu arus perdagangan energi dunia.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur strategis bagi distribusi minyak dan gas alam cair ke pasar global. Gangguan terhadap lalu lintas pelayaran di kawasan tersebut berpotensi memberikan dampak besar terhadap pasokan energi internasional.

Situasi tersebut juga telah memengaruhi kegiatan ekspor dan produksi minyak. Dampaknya turut dirasakan di berbagai negara melalui kenaikan harga bahan bakar dan sejumlah produk industri.

Di tengah kondisi tersebut, upaya mengamankan jalur pelayaran Selat Hormuz menjadi perhatian sejumlah negara. Namun, Inggris dan Prancis menilai keterlibatan dalam patroli bersama perlu mempertimbangkan tercapainya gencatan senjata yang berkelanjutan terlebih dahulu.

Dengan belum adanya kesepakatan mengenai operasi patroli tersebut, rencana AS untuk melibatkan sekutu Eropanya dalam pengamanan Selat Hormuz masih menghadapi sejumlah tantangan.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments