HomePOLITIKPeneliti Senior BRIN Tegaskan Sulit Tuntut Wapres Gibran Mundur

Peneliti Senior BRIN Tegaskan Sulit Tuntut Wapres Gibran Mundur

Peneliti Senior Pusat Riset dan Politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Syafuan Rozi menegaskan, sulit menuntut atau mengusulkan Gibran Rakabuming Raka mundur dari jabatan presiden. Apalagi, kata Syafuan, hanya dengan alasan bahwa Gibran tidak bisa bekerja.

“Mengingat, sistem politik Indonesia menjadikan presiden dan wakil presiden merupakan satu paket kandidat yang diusulkan oleh partai politik dan dipilih oleh mereka yang mempunyai hak pilih,” ujar Syafuan di acara diskusi dan rilis hasil survei Rumah Politik Indonesia bertajuk ‘Pandangan Publik Terhadap Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran dalam Satu Semester’ di Jakarta, Selasa (29/4/2025).

Menurut Syafuan, presiden dan wakil presiden merupakan satu kesatuan dalam konstitusi sehingga tidak bisa salah satunya didesak untuk mengundurkan diri. Apalagi, kata dia, tidak ada pelanggaran konstitusi yang dilakukan keduanya.

“Baik itu presiden maupun wakil presiden setelah terpilih dan keduanya tidak ditemui pelanggaran konstitusional saya kira akan sulit diwujudkan usulan atau desakan mundur itu,” tandas dia.

Syafuan menilai Gibran juga memiliki kontribusi yang kalah penting dalam pemerintahan. Gibran dianggap menjadi pelengkap Prabowo Subianto, apalagi untuk pendekatan terhadap generasi muda.

“Dari survei ini kita bisa melihat bahwa peran atau andil Mas Gibran terhadap pemerintahan ini memberikan kontribusi positif. Survei ini sebenarnya, ingin menggali pandangan publik terhadap kinerja seorang presiden dan wakil presiden,” kata Syafuan.

Publik Puas dengan Kinerja Gibran

Sementara, hasil survei terbaru Rumah Politik Indonesia menunjukkan menunjukkan mayoritas publik puas dengan kinerja wakil presiden Gibran Rakabuming Raka di semester pertama pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Berdasarkan hasil survei, sebanyak 79,8 persen masyarakat puas dengan kinerja Gibran.

“Sebanyak 79,8 persen responden mengaku puas dengan kinerja wapres Gibran. Dari persentase itu, sebanyak 39,1 persen mengaku cukup puas, lalu 31,8 persen menyatakan puas dan 8.9 persen sangat puas. Sementara 16,5 persen responden menilai tidak puas, dan terakhir sebesar 3,7 persen responden menilai tidak tahu atau memilih untuk tidak menjawab,” ujar Direktur Eksekutif Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas dalam peluncuran hasil survei tersebut.

Fernando mengatakan, mayoritas publik menilai Gibran mampu melengkapi kinerja Presiden Prabowo Subianto pada semester pertama pemerintahan. Sejumlah variabel yang membuat kinerja wapres Gibran mendapat respons positif dari publik, antara lain Gibran dinilai telah berhasil membantu Prabowo dalam agenda Pemberantasan korupsi sebesar 15, 2 persen.

“Publik juga menilai Gibran telah membantu pemerintah merealisasikan beberapa program secara perlahan sebanyak 12,9 persen responden. Mas Gibran dianggap sering memberikan bantuan kepada masyarakat akar rumput dengan 9,8 persen responden, mengawal program makan bergizi gratis dengan 7,9 persen,” jelas dia.

Kinerja Semester I Prabowo-Gibran Diapresiasi

Secara umum, kata Fernando, mayoritas publik, yakni sebanyak 76,5 persen responden menilai puas dengan kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran dalam enam bulan terakhir.

“Bila dibandingkan tingkat kepuasan di setiap bidang, pendidikan menempati rating tertinggi, dengan 77,8 persen, disusul kesehatan sebanyak 76,8 persen, sosial budaya sebesar 73,5 persen, hankam sebanyak 73,6 persen. Lalu bidang politik dan stabilitas nasional di tempat berikutnya, dengan 70,6 persen, kemudian hukum sebesar 65,4 persen dan terakhir ekonomi sebanyak 64,5 persen,” ungkap Fernando.

Sama halnya dengan Gibran, kata Fernando, publik juga mengapresiasi kepemimpinan Prabowo Subianto sebagai Presiden. Menurut dia, publik menilai Prabowo sebagai figur yang tegas dan bijaksana. Hal ini juga ditunjukkan oleh tingkat kepuasan yang cukup tinggi terhadap kinerja Presiden.

“Dari temuan survei didapati, bahwa penilaian publik terhadap sosok Presiden Prabowo Subianto adalah tegas, berwibawa, berani, bijaksana ini yang paling besar, yaitu sebesar sebesar 18,9 persen. Selebihnya, Pak Prabowo dinilai dapat mengayomi, sabar, ramah, jujur dan bisa dipercaya. Dan 85,4 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo,” pungkas Fernando.

Survei Rumah Politik Indonesia ini dilakukan pada 18-24 April 2025 dengan melibatkan 1.310 responden, yang tersebar di 30 provinsi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah wawancara tatap muka dengan teknik multistage random sampling. Survei ini memiliki margin of error sebesar 2,48 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments