Kapolri Listyo Sigit Prabowo meninjau pelaksanaan puncak arus mudik di Gerbang Tol Cikampek Utama, Jumat (28/3/2025). Dalam tinjauannya, ia memprediksi bahwa kepadatan kendaraan akan mencapai puncaknya pada malam nanti.
“Jika kemungkinan prediksi puncak arus mudik akan terjadi nanti malam,” ujarnya kepada awak media saat melakukan press conference di Command Centre Jasa Marga Cikatama, Jawa Barat.
Kapolri juga mengamati pola pergerakan pemudik yang cenderung melakukan perjalanan pada waktu tertentu, khususnya menjelang subuh atau setelah sahur. Menurutnya, rentang waktu tersebut menjadi titik kepadatan utama di jalur mudik.
“Dan khususnya pola dari masyarakat yang melaksanakan mudik akan mencapai puncaknya pada saat menjelang subuh atau pasca sahur,” tambahnya.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dan waspada selama perjalanan mudik guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Oleh karena itu tentunya saya pesankan kepada rekan-rekan untuk tetap waspada sehingga kemudian kita bisa melampaui puncak arus mudik dengan baik,” katanya.
Sementara itu, rekayasa lalu lintas sistem one way nasional telah diterapkan di Tol Cikampek Utama KM 70 sejak Jumat, 28 Maret 2025. Rekayasa ini akan diberlakukan hingga KM 414 Tol Kalikangkung, Semarang, sebagai langkah mengatasi lonjakan kendaraan pemudik.
Menurut data Jasa Marga, hingga Jumat pagi (28/3/2025), tercatat sebanyak 1,2 juta kendaraan telah keluar dari Jakarta. Diperkirakan total kendaraan yang akan meninggalkan Jakarta hingga H+2 Lebaran mencapai 2,1 juta unit. Dengan demikian, 60% pemudik Lebaran 2025 sudah bergerak, sementara 40% sisanya diprediksi akan tersebar dalam beberapa hari ke depan.
Selain rekayasa lalu lintas, kesiapan petugas dari Kepolisian dan Jasa Marga juga telah dimaksimalkan. Personel ditempatkan tidak hanya di jalan tol, tetapi juga di jalur arteri guna memastikan kelancaran arus mudik dan mengurai kemacetan di titik-titik rawan.