Ketua RT 03, Beni Ruslan, mengungkapkan bahwa dirinya bersama warga sekitar harus bertahan hidup dengan mengonsumsi ubi dan singkong bakar serta nasi karena keterbatasan akses pangan akibat banjir yang melanda Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
“Makannya ubi, terus sama nasi, karena lauknya nggak ada. Warung sembako terendam, jadi bakar ubi saja sama nasi,” ujar Beni di lokasi banjir, Kamis (5/12/2024).
Beni juga mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada bantuan yang datang ke kampung mereka. Warga sangat berharap pemerintah segera memberikan bantuan untuk wilayah yang terdampak.
“Bantuannya belum ada, dari kecamatan juga belum ada yang ke sini. Belum nongol,” keluhnya.
Ketika ditanya mengapa tidak mengungsi ke posko yang disediakan pemerintah, Beni menjelaskan jaraknya terlalu jauh, sementara banjir melanda di banyak titik sehingga menyulitkan warga untuk berpindah.
“Kejauhan, susah ke sana. Bukannya satu titik, banjirnya ada banyak titik, mungkin ada enam. Jadi, lebih baik bertahan di sini saja di tempat saudara,” tambahnya.
Kondisi banjir di sekitar RW 03 memang sudah surut. Namun, masih terlihat lumpur tebal setinggi betis orang dewasa yang menghambat aktivitas warga.
Warga berharap pemerintah segera memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka dan membantu membersihkan sisa lumpur agar kehidupan kembali normal.