HomeLINGKUNGANKarhutla Paksa Tiga Orangutan Keluar Habitat, BKSDA dan YIARI Lakukan Evakuasi

Karhutla Paksa Tiga Orangutan Keluar Habitat, BKSDA dan YIARI Lakukan Evakuasi

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) mengevakuasi tiga orangutan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kayong Utara.

Ketiga orangutan tersebut diselamatkan dalam dua operasi berbeda di Desa Penjalaan dan Desa Padu Banjar, Kecamatan Simpang Hilir. Dua di antaranya merupakan induk dan anak yang ditemukan di kebun sawit warga, sedangkan satu lainnya merupakan orangutan jantan dewasa.

Direktur Utama YIARI Karmele Llano Sanchez mengatakan karhutla yang meluas membuat orangutan keluar dari habitatnya dan masuk ke area perkebunan serta permukiman warga.

“Ketiga orangutan tersebut terdiri atas induk dan anak yang ditemukan di kebun sawit warga Desa Penjalaan serta seekor jantan dewasa di Desa Padu Banjar,” kata Karmele dalam keterangan tertulis di Pontianak, Senin (14/9/2026).

Induk dan Anak dalam Kondisi Memprihatinkan

Induk dan anak orangutan yang ditemukan di Desa Penjalaan kemudian diberi nama Mama Penja dan Penja. Saat ditemukan, keduanya dalam kondisi sangat kurus dan lemas hingga hampir tidak bergerak dari sarangnya meski terdapat aktivitas manusia di sekitar lokasi.

Tim kemudian membius keduanya menggunakan blow dart untuk memudahkan proses evakuasi. Setelah itu, tim medis memberikan cairan infus dan oksigen sebelum membawa keduanya ke Pusat Rehabilitasi YIARI untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan.

Hasil pemeriksaan menunjukkan Mama Penja mengalami dehidrasi berat, anemia, luka bakar pada kedua kaki hingga kulit terkelupas, serta kerusakan gigi. Tim menduga luka bakar tersebut terjadi karena orangutan berjalan di atas tanah gambut yang terbakar.

Sementara itu, kerusakan gigi diduga berkaitan dengan terbatasnya sumber makanan akibat kebakaran yang mengganggu habitatnya.

Orangutan Jantan Pernah Dilepasliarkan

Di Desa Padu Banjar, tim menyelamatkan orangutan jantan yang kemudian diketahui bernama Kumbang. Berdasarkan pemeriksaan microchip, Kumbang sebelumnya pernah dievakuasi dari kawasan yang sama dan dilepasliarkan kembali pada 2022.

Direktur Operasional Program YIARI Argitoe Ranting mengatakan kebakaran yang meluas diduga membuat Kumbang meninggalkan habitatnya dan masuk ke kawasan permukiman serta kebun masyarakat.

Pemeriksaan awal juga menemukan indikasi gangguan pernapasan, luka pada tubuh, bekas jerat, serta benda asing yang diduga merupakan peluru pada bagian tangan kanan Kumbang.

Sudah 18 Orangutan Diselamatkan

Kepala BKSDA Kalimantan Barat Murlan Dameria Pane mengatakan ketiga orangutan tersebut kini menjalani perawatan di pusat penyelamatan YIARI di Ketapang.

Dengan tambahan tiga orangutan tersebut, BKSDA Kalimantan Barat telah menyelamatkan 18 individu orangutan yang terdampak karhutla.

“Secara keseluruhan, hingga saat ini sudah ada 18 individu orangutan yang kami selamatkan akibat karhutla,” kata Murlan.

BKSDA mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan satwa terdampak kebakaran agar proses penyelamatan dapat dilakukan secepat mungkin.

Kondisi Hutan Desa Penjalaan dan Hutan Desa Padu Banjar juga menjadi perhatian karena kedua kawasan tersebut merupakan habitat orangutan sekaligus kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Palung, salah satu kantong populasi penting orangutan di Kalimantan Barat.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments