Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan Program Magang Nasional untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM), dengan biaya gaji peserta selama enam bulan ditanggung pemerintah.
Airlangga mengatakan program tersebut dapat menjadi peluang bagi UMKM untuk memperoleh tenaga kerja potensial sekaligus mempercepat pengembangan usaha.
“Sekarang pemerintah mendorong magang bersama. Ini juga mungkin UMKM bisa memanfaatkan magang. Dari situ, kita bisa dorong pekerja yang selama enam bulan nanti digaji oleh pemerintah,” kata Airlangga dalam kegiatan UMKM Finance Summit 2026 di Jakarta, Selasa (11/8).
Menurut Airlangga, peserta Magang Nasional telah melalui proses seleksi yang cukup ketat. Kondisi tersebut membuat program magang tidak hanya memberikan pengalaman kerja kepada peserta, tetapi juga berpotensi membantu pelaku UMKM mendapatkan SDM berkualitas.
Airlangga menyebut tingkat persaingan dalam seleksi peserta cukup tinggi. Dari sekitar tujuh orang yang mendaftar, rata-rata hanya satu peserta yang diterima.
Ia juga mengatakan sebagian peserta yang lolos memiliki prestasi akademik yang baik, dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) berada di kisaran 3,6 hingga 3,9.
“Harapan saya itu bisa mengakselerasi UMKM. Karena mereka sudah masuk dalam seleksi yang ketat,” ujarnya.
Magang Nasional Angkatan II
Program Magang Nasional merupakan salah satu stimulus ekonomi yang disiapkan pemerintah untuk memperkuat keterampilan tenaga kerja sekaligus membantu dunia usaha memperoleh SDM yang sesuai kebutuhan.
Pada Selasa, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melakukan kick off Program Magang Nasional (MagangHub) Angkatan II batch I.
Batch pertama tersebut diikuti 46.160 peserta yang telah lolos proses seleksi.
Jumlah pendaftar program ini mencapai 732.483 orang, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kesempatan memperoleh pengalaman kerja melalui program yang difasilitasi pemerintah.
Untuk pelaksanaan Magang Nasional Angkatan II secara keseluruhan, pemerintah menargetkan 150 ribu peserta pada 2026. Batch pertama ditargetkan mencakup sekitar 50 ribu peserta.
Peserta program juga akan mendapatkan pembekalan soft skill secara daring selama mengikuti rangkaian kegiatan magang.
Dorong Pertumbuhan UMKM
Airlangga menilai keterlibatan peserta magang di sektor UMKM dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak. Pelaku usaha memperoleh tambahan SDM yang telah melalui proses seleksi, sedangkan peserta mendapatkan pengalaman langsung di dunia kerja.
Program tersebut juga diharapkan membantu mempertemukan kebutuhan dunia usaha dengan kompetensi tenaga kerja yang tersedia.
Pemerintah berharap UMKM dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan produktivitas, memperluas kegiatan usaha, serta menciptakan peluang kerja baru setelah masa magang berakhir.
Di sisi lain, program magang diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.
Dengan dukungan pemerintah terhadap pembiayaan gaji peserta selama enam bulan, UMKM dinilai memiliki peluang untuk mengembangkan kapasitas usaha tanpa harus menanggung seluruh biaya tenaga kerja peserta magang.