Selain pajak pertambahan nilai (PPN) 12 persen, masyarakat Jakarta kini harus bersiap siap menghadapi kenaikan tarif lain pada awal tahun 2025 mendatang.
Pasalnya, tarif air bersih dari perumda air minum atau PAM jaya bakal melakukan penyesuaian tarif untuk para pelanggannya per 1 Januari 2025 mendatang.
Penyesuaian tarif itu dilakukan atas dasar berbagai pertimbangan mulai dari faktor lingkungan hingga ekonomi.
Dalam konferensi pers yang digelar di gedung Balaikota DKI Jakarta pada senin malam.
Penjabat (Pj) Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi mengatakan kenaikan tarif PAM jaya perlu dilakukan dengan berbagai pertimbangan yang sudah diperhitungkan.
Dirinya menilai bahwa kenaikan tarif yang dilakukan PAM jaya bukan semata mata lantaran tarif PAM jaya sejak tahun 2007 hingga tahun 2024 tak pernah dinaikan melainkan adanya pertimbangan lain. salah satunya yakni bertujuan untuk mendukung pengembangan layanan air perpipaan hingga cakupan 100 persen pada tahun 2030.
Meskipun akan menaikan tarif Teguh memastikan bahwa tarif air air PAM jaya masih menjadi yang termurah di wilayah Jabodetabek.
Bahkan untuk kelas masyarakat tertentu justru mendapatkan penurunan tarif air.
“Terkait masalah penyesuaian tarif pam jaya, jadi terkait dengan masalah penyesuaian tarif pam jaya sebenarnya pencermatannya sudah cukup panjang, banyak sekali pertimbangan pertimbangan, tidak semata-mata bahwasannya tarif pam jaya sejak tahun 2007 sampai dengan tahun 2024 artinya udah berapa tahun, 17 tahun tidak pernah naik, tapi juga ada beberapa pertimbangan lainnya, terkait masalah hal-hal yang akan dilaksanakan oleh pam jaya” kata Teguh
Sementara itu, Direktur utama PAM jaya Arief Nasrudin mengungkapkan tarif kelompok k1 dan k2 seperti rumah ibadah, yatim piatu, rumah sakit dan sejenisnya akan menjadi Rp1.000 per 0 – 20 meter kubik air bersih.
Sementara untuk tarif kelompok 2A1 dengan pemakaian 30 m³ dari tarif lama Rp 41.810 per bulannya menjadi Rp 46.695 atau naik sekitar Rp 5000.
Meski akan diberlakukan per Januari 2025 namun kenaikan tarif air bersih ini akan mulai ditagihkan ke rekening pelanggan per Maret 2025.
“Jadi insya allah di tanggal 1 Januari 2025 itu akan ada penerapan tarif baru, izin pak gubernur, dan itu akan terbiling itu di awal maret gitu, insya allah nanti saya akan gambarkan seberapa pengaruhnya tarik baru ini kepada masyarakat, kenapa perlu penerapan tarif baru, secara undang-undang dan berbagai macam aspek, sebenarnya tadi pak gubernur sudah sampaikan gitu ya saya menebalkan aja, bahwasanya saat ini aspek tentang lingkungan, aspek kesehatan, bahkan aspek ekonomi akan berdampak ketika nanti kami bisa mempercepat penyambungan jaringan baru pak gubernur, karena di barat, utara jakarta itu saat ini mereka sangat membutuhkan air perpipaan yang insyaallah nanti kalau pipanya semuanya baru airnya siap minum pak gubernur gitu” ucap Arief
Kenaikan tarif yang akan diberlakukan diklaim akan berdampak bagi PAM jaya untuk mempercepat penyambungan jaringan baru. Pasalnya banyak warga di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara yang sangat membutuhkan perpipaan terlebih belanja rumah tangga warga di wilayah itu untuk membeli air galonan berkisar antara Rp 400.000 – Rp 1 juta perbulan.
Apabila para warga itu bisa mendapatkan layanan PAM jaya maka kebutuhan untuk belanja air akan jauh berkurang.