HomeEKONOMIApregindo Sebut Kenaikan PPN 12% Bakal Tekan Industri Ritel

Apregindo Sebut Kenaikan PPN 12% Bakal Tekan Industri Ritel

Asosiasi Pengusaha Ritel Merek Global Indonesia (Apregindo) mengatakan, kenaikkan tarif PPN dari 11% menjadi 12% akan menekan industri ritel. Adapun kenaikkan PPN 12% ini akan berlaku pada Januari 2025.

“Kalau saya bilang nggak menekan ritel, saya rasa saya bohong,” ujar Ketua Umum Apregindo, Handaka Santosa.

Handaka menjelaskan, saat ini pendapatan per kapita masyarakat sepanjang 2024 menyentuh sekitar USD 5.000. Sedangkan, di negara lain seperti Malaysia dan Thailand income per kapitanya lebih besar, namun tarif PPN mereka masih di bawah Indonesia.

Lebih lanjut, Handaka mengatakan, tingginya tarif PPN Indonesia dibandingkan negara lain akan membuat kemampuan berbelanja masyarakat terkoreksi. Apalagi, selama kuartal I nanti ada banyak perayaan hari besar, seperti Tahun Baru, Tahun Baru Imlek, Bulan Puasa, hingga Hari Raya Idulfitri.

“Nah, pemerintah apakah bisa juga melakukan dukungan-dukungan agar ini bisa terlaksana. Misalnya program promosi, program untuk turis, dan lain-lain,” tandas Handaka.

Handaka berharap, pemerintah bisa tepat sasaran memberikan paket stimulus ekonomi kepada masyarakat. Dengan begitu masyarakat akan kembali berbelanja dan meningkatkan konsumsi rumah tangga.

Dia juga meminta pemerintah untuk menunda dan mempertimbangkan kembali untuk menaikkan PPN menjadi 12% sambil menunggu kondisi ekonomi yang lebih stabil.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments