Alami over kapasitas, Tempat pembuangan akhir (TPA) Cipayung, Kota Depok, diperkirakan hanya mampu menampung sampah warga Depok sampai 4 bulan kedepan.
Antrian truk dan mobil bak terbuka pengangkut sampah pun mengular, untuk membuang sampah yang diangkut mobil-mobil harus bergantian menunggu giliran satu persatu, tiap harinya ada sekitar 925 ton sampah dibuang di TPA ini.
Ketinggian gunungan sampah di TPA Cipayung sudah mencapai 20 meter, lantaran telah melebihi kapasitas, TPA yang memiliki luas area mencapai 13,9 hektare tersebut kerap mengalami longsor, apalagi bila hujan turun.
Kadis LHK Kota Depok, Abdul Rahman membenarkan kondisi tersebut, saat ini pihaknya telah mengambil langkah dengan melakukan pelebaran area landfill di sisi utara dan barat, upaya tersebut diharapkan dapat menampung sampah hingga 4 bulan kedepan.
“Bahwa permasalahan pokok dari persampahan di Kota Depok ini adalah overcapacity daripada TPA Cipayung, langkah taktis, langkah segera, dan langkah cepat yang kita lakukan adalah pelebaran area landfill di sisi utara dan sisi barat. Langkah ini kita ambil untuk mengatasi stagnasi, jadi terjadinya keterlambatan karena di TPA di belakang ini sering sekali gugur setelah dinaikan longsor”, ujar Abdul, Rabu (28/08/2024).
Salahsatu upaya Pemkot Depok menanggulangi persoalan sampah yakni bekerjasama dengan TPPAS Nambo Kabupaten Bogor, sejak 20 Agustus 2024 sebanyak 10 ton sampah tiap harinya dikirim ke TPPAS Nambo.
Persoalan sampah di Kota Depok bukanlah hal yang baru, akibat tidak ada penyelesaian konkrit yang dilakukan Pemkot Depok, membuat sejumlah TPS-TPS yang ada menjadi gunungan sampah yang menebar bau tak sedap hingga memakan ruas jalan.