HomeLINGKUNGANAnak-anak Korban Erupsi Semeru Dapat Terapi Trauma Healing

Anak-anak Korban Erupsi Semeru Dapat Terapi Trauma Healing

Sejumlah pengungsi, terutama anak-anak di posko pengungsian akibat erupsi Gunung Semeru, mulai menerima pendampingan trauma healing. Relawan dari Universitas Brawijaya bersama Polwan Polres Lumajang menggelar kegiatan bernyanyi dan bermain bersama di halaman SDN Supiturang 4, tempat lebih dari 100 pengungsi menempati ruang kelas sebagai tempat tinggal sementara.

Sebelumnya banyak anak-anak pengungsi yang sebelumnya tampak sedih dan traumatis kini mulai menunjukkan perubahan. Sekitar 20 anak disana, mereka mulai menunjukkan wajah cerianya ketika mendapat terapi bermain dan bernyanyi bersama. Salah satu anak, Azel, juga mengaku senang bisa ikut bermain di pengungsian.

“Saya senang bisa bernyanyi dan bermain bareng temannya lagi, senang juga jajanan snack,” katanya dengan wajah sumringah.

Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, menegaskan bahwa pihaknya melakukan “treatment” psikologis khusus bagi anak-anak dengan harapan bisa terlepas dari trauma akibat bencana erupsi yang terjadi beberapa waktu lalu. Terlebih kondisi puluhan keluarga di pengungsian ini cukup memprihatinkan lantaran beberapa dari mereka kehilangan rumah akibat tersapu awan panas.

“Kami melakukan trauma healing kepada pengungsi anak-anak agar mereka tidak terus-terusan dihantui ketakutan pasca erupsi,” kata Alex.

Meskipun demikian, kebutuhan psikososial tetap menjadi prioritas di sejumlah posko pengungsian, terutama bagi anak-anak yang masih rentan mengalami stres pasca-dampak bencana.

Kegiatan trauma healing ini diharapkan menjadi bagian dari pemulihan jangka panjang bagi pengungsi, tidak hanya dari sisi fisik tetapi juga mental. Dengan hati yang lebih tenang, anak-anak diharapkan bisa menjalani masa pemulihan dengan lebih optimis dan kuat.

Sementara itu data BPBD Lumajang, jumlah pengungsi pasca erupsi mencapai 1116 orang yang terbagi di 9 titik pengungsian. Namun, hingga Jum’at siang (21/11/2025), beberapa pengungsi di posko Kecamatan Candipuro dan Balai Desa Penanggal sudah meninggalkan lokasi pengungsian. Sebagian warga juga mulai berangsur kembali melakukan aktivitas normal dengan membersihkan rumah dari sisa material erupsi.

Berbagai upaya pemulihan yang terus dilakukan pemerintah, relawan, serta aparat keamanan, proses rehabilitasi bagi para penyintas erupsi Semeru diharapkan berjalan semakin cepat. Pendampingan psikologis bagi anak-anak menjadi langkah penting agar mereka dapat kembali merasa aman dan pulih dari tekanan mental yang dialami.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments