Jelang akhir masa jabatan Presiden Joko Widodo, lembaga survei indonesia(LSI) Denny JA melakukan penilaian kinerja Presiden yang mencakup ekonomi,sosial, politik dan hukum selama periode 2014 hingga 2024.
Dari penilaian berdasarkan enam indeks dan satu indikator dari lembaga kredibel internasional, Presiden Jokowi dinilai mengantongi raport biru atau kemajuan di bidang kebebasan ekonomi.
Dari kajian LSI Denny JA berdasar riset dan data mengacu pada hasil indeks dan indikator lembaga internasional terkait capaian kepemimpinan Presiden Joko Widodo menunjukkan era Jokowi hanya sukses di ekonomi-sosial tapi gagal di hukum dan demokrasi.
Semasa kepemimpinan Presiden Jokowi mulai 2014 hingga 2024, Jokowi mendapatkan tiga rapot biru atau kemajuan.
Adapun untuk tiga indeks lainnya Jokowi mendapatkan rapot netral atau tidak mengalami perubahan.
Menurut peneliti LSI Denny JA Ardian Sopa tiga rapot biru jokowi diperoleh dari tiga aspek, yakni indikator produk domestik bruto, indeks kebebasan ekonomi dan indeks kemajuan sosial.
“Yang pertama bahwa tidak terasa bahwa Pak Jokowi sekarang sudah dipenghujung masa jabatannya, sebagaimana kita ketahui di tanggal 20 Oktober nanti Pak Jokowi akan beralih kepemimpinan terhadap Pelresiden terpilih yang ada tentu untuk kita mengukur sebuah negara bisa juga kita lihat dari pada performance Presiden yang menjabat, sehingga ini nanti bisa jadi pelajaran bagi Presiden yang selanjutanya maupun yang juga buat pelajaran bagi bangsa Indonesia bahwa sekarang kita ada dimana sehingga itu adalah urgensinya kita penting untuk mengetahui sekarang posisi kita ada dimana, nah untuk mengukur kinerja dari Pak Jokowi ini berbeda dengan yang kita lakuin sebelum sebelumnya, yang sekarang maju lebih jauh dengan melihat indeks yang dikeluarkan oleh lembaga internasional yang juga sudah kredibel yang kemudian juga di akui diberbagai negara, nah dari semua yang ada kita melihat tidak hanya dari satu bidang tetapi juga dari 4 bidang, dari ekonomi, sosial, politik juga hukumnya juga yah”.
Jokowi mendapatkan satu rapor merah selama sepuluh tahun memimpin di aspek demokrasi, skor demokrasi turun dari 6,95 di 2014 menjadi 6,53 poin di 2023, ranking juga mengalami penurunan dari 49 di 2014 menjadi rangking 56 di 2023.
Adapun untuk performa biasa saja jokowi mendapatkan tiga rapot netral meliputi indeks persepsi korupsi, indeks kebebasan pers dan indeks kebahagian warga.
Dalam survei penilian kinerja Presiden, LSI Denny JA memastikan hanya menggunakan data indeks dan indikator dunia yang dibuat lembaga kredibel seperti world bank, the herittage foundation, social progres imperatif, transperancy internasional hingga lembaga pbb – sdsn dab gallup poll.