Pembangunan waterway atau sistem transportasi air menjadi salah satu program dari bakal calon gubernur Jakarta, Pramono Anung.
Pramono menjelaskan bahwa waterway bukanlah program baru. Waterway merupakan program pada masa pemerintahan Sutiyoso sebagai gubernur Jakarta.
“Ini bukan program baru, tetapi belum pernah ada yang mengeksekusi. Zamannya Bang Yos ada yang disebut dengan waterway, yaitu transport dari Jakarta Utara ke Pulau Seribu,” ujar Pramono Anung.
Pramono menyebutkan dengan adanya waterway, transportasi ke dan dari Pulau Seribu maupun bisa terjadwal. Penyedia transporasi bisa dari BUMD, misalnya.
“Siapa yang menyediakan alat transportasi adalah bisa BUMD, bisa BUMN, bisa ASDP. Sehingga rutinitas transportasi ke Pulau Seribu maupun ke Jakarta Utara, Jakarta Barat itu terjadwal dengan baik,” kata Pramono Anung.
“Sekarang ini kan enggak terjadwal dengan baik. Sehingga dengan demikian itulah yang menjadi program salah satunya untuk waterway,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono menuturkan visi dan misi program idealnya disampaikan usai disahkan oleh KPU. Namun begitu, menurut Pramono penting untuk menjawab hal ini.
“Jadi sederhananya sebenarnya untuk visi-misi program harusnya diketok KPU dulu, baru boleh disampaikan. Tapi saya harus menjawab ini,” katanya.
Sebelumnya, Pramono Anung menyampaikan gagasan terkait waterway ini dalam acara silaturahmi dan konsolidasi bacagub Jakarta bersama DPC, PAC dan pengurus ranting PDI Perjuangan Jakarta Selatan di GOR Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (14/9/2024).
Kala itu, Pramono menuturkan bahwa jika ada transportasi rutin antarpulau ini Pulau Seribu bisa menjadi surga destinasi wisata.
“Yang paling penting adalah transportasinya secara rutin. Kalau itu terjadi, saya meyakini Pulau Seribu menjadi surga baru bagi wisata yang ada di Jakarta karena begitu indahnya,” katanya.