HomeSOSIAL BUDAYAMendikdasmen Dorong Literasi Keagamaan Lintas Budaya untuk Perkuat Toleransi Pelajar

Mendikdasmen Dorong Literasi Keagamaan Lintas Budaya untuk Perkuat Toleransi Pelajar

Menurut Abdul Mu’ti, penguatan literasi keagamaan lintas budaya (LKLB) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat pendidikan karakter generasi muda. Ia menilai, di tengah dinamika sosial dan derasnya arus digitalisasi, pelajar perlu dibekali kemampuan berinteraksi secara terbuka dengan teman sebaya dari latar belakang agama dan budaya yang berbeda.

“Generasi muda harus aktif bermasyarakat, berinteraksi, dan bekerja sama lintas perbedaan. Dari situ tumbuh empati dan kepekaan sosial yang menjadi dasar kehidupan toleran,” ujar Abdul Mu’ti.

Program LKLB yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bekerja sama dengan Institut Leimena telah menjangkau lebih dari 10.600 guru dari 38 provinsi di Indonesia. Para pendidik dilatih memahami prinsip kebebasan beragama, kerja sama lintas iman, serta penerapan nilai Pancasila dalam konteks keberagaman.

Dalam forum ICCCRL 2025, pemerintah juga memperkenalkan “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH)”, yakni praktik pembiasaan positif yang mendorong siswa menjadi pribadi terbuka, empatik, dan aktif dalam kegiatan sosial. Kebiasaan ini akan dimasukkan dalam modul pembelajaran serta kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

Abdul Mu’ti menekankan, literasi keagamaan tidak berhenti pada dialog atau pengetahuan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata di lingkungan sekolah dan masyarakat. Karena itu, Kemendikdasmen menyiapkan bahan bacaan dan modul pembelajaran yang dapat diadaptasi sesuai konteks budaya di tiap daerah.

“Kita ingin pendidikan tidak hanya menanamkan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan karakter inklusif dan kebersamaan di tengah keberagaman,” katanya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments