HomeHUKUMKorban Ledakan SMAN 72 Mengalami Luka Bakar Grade 3

Korban Ledakan SMAN 72 Mengalami Luka Bakar Grade 3

Direktur Rumah Sakit Islam Cempaka Putih Prandono Handoko sebutkan bahwa beberapa korban ledakan SMAN 72 Kelapa Gading Jakarta mengalami luka bakar grade 3, luka bakar ini jenis luka bakar paling parah yang merusak seluruh lapisan kulit (epidermis dan dermis) serta jaringan di bawahnya seperti otot, tulang, dan tendon.

Prandono menyebutkan bahwa beberapa korban banyak mengalami luka bakar pada Grade 3 dan harus mendapatkan layanan cukup serius dan insentif. Ia menjelaskan bahwa lokasi luka bakar para korban di lokasi yang cukup banyak.

“Lokasinya dan itu cukup banyak. Beberapa itu termasuk grade 3 ya.

Jadi kalau luka bakar itu ada grade 1. Supervisial biasanya kalau kena air panas. Grade 2 itu sedikit lebih dalam sampai dermis. Tapi grade 3 itu sampai ke otot bahkan sampai ke tulang. Cukup serius.”ujar Prandono kepada awak media. Selasa(11/11/2025)

Prandono mengatakan bahwa dokter telah melakukan sebaik mungkin kepada para korban agar tidak terserang infeksi dan dipastikan para korban mendapatkan obat nyeri agar tidak merasakan kesakitan.

“Namun sudah kami pastikan bahwa mendapatkan pelayanan yang terbaik. Dalam hal pembersihan, pencegahan terhadap infeksi.Dan yang paling penting adalah bagaimana tidak merasa nyeri, karena sudah terbayang ya kalau kita kena sundut rokok. Sedikit aja rasanya luar biasa sakit.”katanya.

Ia menjelaskan bahwa sebanyak 90% para korban yang mengalami luka serius pada pendengaran, pihak RSI juga mengatakan bahwa spesialis THT di rumah sakit sangat mumpuni dan mengharapkan untuk seluruh keluarga korban untuk percayakan kepada dokter.

“Tapi ternyata lebih dari 90% ada gangguan pada pendengaran. Karena trauma akustik ya. Akibat suara yang dahsyat yang keluar dari sana. Kami mempunyai tim spesialis THT yang cukup mumpuni. Dan sekarang sedang dilakukan pemeriksaan yang menyuruh. Termasuk di situ adalah pemeriksaan audiometri. Kemudian juga pemeriksaan endoskopi telinga.”katanya.

Kasus trauma pasca ledakan ini membuat fisik korban berbeda-beda dan membutuhkan kurang lebih 2 jam untuk 1 korban mengecek sistem pendengaran tersebut.

“Pada telinga kiri dan telinga kanan. Itu mengalami penurunan kinerja. Nah itu juga cukup lama Itu bisa 2 jam Untuk peranak bisa dikerjakannya. Nah kita mau mengerjakannya secara hati-hati terstruktur dan sistematis. Nanti setelah itu rencananya kita akan mengumpulkan ibu-ibunya (Korban) Untuk bisa kita lakukan informasi. Sehingga nanti bisa dilakukan penanganan yang terarah. Secepatnya besok.”tambahnya.

Insiden ledakan terjadi di SMA 72 yang berlokasi di Jalan Prihatin Nomor 87, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Jumat (7/11) sekitar pukul 12.15 WIB. Asal ledakan berasal dari masjid yang berada di dalam lingkungan sekolah. Masjid SMA 72 saat itu dipenuhi jemaah yang sedang melaksanakan salat Jumat.

Total korban dalam insiden ledakan ini mencapai 96 orang. Masih ada 28 pasien yang dirawat, yakni 13 orang di RS Islam Cempaka Putih, 14 orang di RS Yarsi, dan 1 orang lainnya di RS Pertamina Jaya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments