HomeEKONOMIKementan Targetkan Swasembada Bawang Putih, Butuh Penanaman 100 Ribu Hektare

Kementan Targetkan Swasembada Bawang Putih, Butuh Penanaman 100 Ribu Hektare

Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan komitmennya untuk mewujudkan kembali swasembada bawang putih nasional yang terakhir kali dicapai pada 1995. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menargetkan penanaman bawang putih seluas sekitar 100 ribu hektare.

“Ya ada (target swasembada). Pak Presiden sudah menargetkan bahwa bawang putih juga salah satu komoditas yang memang ditargetkan untuk swasembada ke depan,” kata Wakil Menteri Pertanian Sudaryono di Kantor Kementan, Senin (12/1/2026).

Ia menjelaskan, kebutuhan lahan untuk mencapai swasembada bawang putih relatif tidak terlalu besar dibandingkan komoditas pangan lain. Dengan penanaman di sekitar 100 ribu hektare, kebutuhan nasional dinilai dapat terpenuhi.

“Sebenarnya kebutuhannya tidak besar. Kalau kita nanam bawang putih di 100 ribu hektare, itu sudah cukup untuk swasembada,” ujarnya.

Kemudian untuk mencapai target tersebut, Kementan telah memasuki tahap awal berupa penyediaan dan penguatan pembibitan. Menurut Sudaryono, ketersediaan benih menjadi kunci utama agar penanaman dapat berjalan berkelanjutan.

Salah satu lokasi yang disiapkan sebagai pusat pembibitan adalah Horti Center di Humbang Hasundutan, Sumatra Utara, yang menjadi sentra pengembangan benih bawang putih.

“Sekarang fasenya adalah pembibitan. Untuk bisa swasembada, orang harus menanam, dan untuk menanam itu butuh bibit. Maka bibitnya harus kita siapkan dari sekarang,” jelasnya.

Sudaryono menegaskan, swasembada bawang putih masuk dalam roadmap swasembada nasional hingga 2029, bersama sejumlah komoditas lain seperti kedelai dan susu. Bahkan political will telah mendapat arahan dari presiden Prabowo Subianto.

Meski demikian ia mengakui, tantangan utama swasembada bawang putih terletak pada konsistensi penanaman dan kesiapan lahan yang sesuai, mengingat bawang putih membutuhkan wilayah dengan ketinggian tertentu serta benih yang berkualitas.

“Tantangannya ya harus ditanam. Jangan hanya jadi mantra swasembada. Harus ada pembibitan, lahannya disiapkan, dan benihnya harus bagus,” ujarnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments