Pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UMKM (KemenkopUKM) meminta agar usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lebih banyak terkoneksi dengan pengusaha besar. Hal ini dalam rangka mendorong kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional semakin meningkat.
Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Yulius, saat memperingati Hari UMKM Nasional 2024 dalam acara Simposium Hari UMKM Nasional bertajuk “UMKM Maju Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045”, di Kantor KemenkopUKM, Jakarta, Senin (12/8/2024).
“Kita selalu berupaya bersama Apindo agar usaha kecil UMKM ini dapat bergabung dengan pengusaha besar. Kalau UMKM diam-diam saja dia akan ketinggalan. Padahal punya potensi yang harus kita dorong,” ungkap Yulius.
Sejalan dengan ini, Yulius mengungkapkan, pihaknya bersama Kementerian PPN/Bappenas terus melakukan berbagai upaya menyiapkan agar lebih banyak pengusaha besar yang mau menggandeng UMKM. Salah satunya, melalui transformasi infrastruktur ekonomi menjadi berbasis industri bernilai tambah tinggi dan menerapkan teknologi dan inovasi.
“Kami mendorong UMKM untuk menerapkan teknologinya agar bisa bersaing dengan pengusaha-pengusaha besar,” ujar dia.
Selain itu, Yulius berujar, saat ini pemerintah juga terus memberikan kemudahan bagi UMKM, melalui akses dan inovasi pembiayaan usaha. Salah satunya, dengan kredit usaha rakyat (KUR) yang didorong agar bisa diakses semakin luas oleh UMKM.
“Maksudnya kita dorong juga agar UMKM itu bisa terkoneksi dengan usaha besar atau dalam istilahnya dari rantai pasok dan memanfaatkan riset dan teknologi, perlindungan usaha dan pengembangan kewirausahaan yang merupakan hal yang cukup berat kita dorong,” jelasnya.
Tak hanya itu, Yulius menyampaikan, pihaknya juga terus berkolaborasi dengan banyak pihak untuk membawa hubungan antara UMKM dengan pengusaha besar semakin erat.
“Karena sampai saat ini baru sampai mencapai 3,4% dari seluruh UMKM. Target kita mungkin sekitar 5%, agar kita bisa maju ke depan, karena negara-negara maju kewirausahaannya berkontribusi sekitar 10%,” pungkasnya.