Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dipanggil Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/3/2025). Bos Pertamina itu datang ke Istana guna melaporkan persiapan mudik Lebaran 2025.
“Bahas umum saja, kesiapan menyambut mudik,” kata Simon kepada wartawan.
Dalam kesempatan tersebut, Simon juga memastikan bahwa stok BBM aman untuk periode mudik Lebaran 2025. Dengan demikian, diharapkan mudik Lebaran 2025 dapat berjalan lancar.
“Kami pastikan operasional juga lancar, penyediaan energi lancar semuanya,” ujar Simon.
Simon kemudian ditanya apakah kedatangannya ke Istana juga berkaitan dengan kasus dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) periode 2018-2023.
Namun, dia enggan menjawab. “Maaf, saya misa jam 5 di Katedral, ada Rabu Abu,” ungkapnya.
Dalam kasus tersebut, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung. Dia diduga melakukan pembelian untuk RON 92, padahal sebenarnya hanya membeli RON 90 atau lebih rendah.
Selanjutnya, dilakukan blending terhadap RON 90 di storage/depo untuk menjadi RON 92. Hal ini merupakan tindakan ilegal. Akibat kasus ini, timbul kekhawatiran di tengah masyarakat terkait kualitas BBM RON 92 SPBU Pertamina, yakni Pertamax.
Dalam kesempatan terpisah, Simon menyatakan bahwa PT Pertamina siap apabila diminta bukti tambahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait pengusutan dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) 2018-2023.
Sejauh ini, sejumlah barang bukti juga telah dikumpulkan aparat penegak hukum untuk menyelidiki adanya dugaan praktik korupsi. Barang bukti yang dimaksud, seperti sejumlah dokumen, laptop, dan telepon seluler.
“Kalau misalnya nanti dalam perjalanan dibutuhkan tambahan lagi, tentunya kami sangat menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan sangat menghormati Kejaksaan Agung dalam proses penegakan hukum” papar Simon dalam konferensi pers yang berlangsung di Grha Pertamina, Jakarta, Senin (3/3/2025).