Menteri Agama, Nassarudin Umar menyebut bahwa pesantren juga manusia dan santri di Indonesia mencapai sekitar 5 juta orang berhak menerima manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
Pernyataan itu disampaikan oleh Nassarudin saat dimintai tanggapan terkait pro dan kontra atas wacana pemerintah menggunakan APBN untuk membangun gedung pesantren yang tidak layak.
“Pesantren itu kan juga manusia, apalagi
pesantren itu 300 tahun lamanya (Al Khoziny) mengaktifkan diri untuk menciptakan keadaban Indonesia. Tiba-tiba ada 1200 orang, bangunannya rusak, mereka mau belajar di mana? Sementara nenek moyangnya yang ikut mendidikan negeri ini, apakah salah kalau pemerintah membantu itu?”ujar Nassarudin Umar saat ditemui di Kementrian Agama. Selasa(21/10/2025)
Usulan agar Ponpes Al Khoziny dibangun menggunakan APBN digaungkan sejumlah pihak, salah satunya Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, pada 14 Oktober 2025.
Adapun Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tak menutup kemungkinan pemerintah akan membangun ulang ponpes ambruk yang menewaskan 63 santri tersebut, tapi belum memerinci sumber dana yang akan digunakan.
Polemik penggunaan APBN untuk membangun ulang bangunan ambruk itu muncul di tengah upaya penyelidikan oleh kepolisian.
Sampai saat ini, Kepolisian Daerah Jawa Timur belum menetapkan tersangka, kendati telah memeriksa setidaknya 17 orang saksi.