Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan sebutkan stok beras akan berkurang di tahun 2025 meski ada potensi defisit produksi di Januari – Februari.
Zulhas menjelaskan bahwa produksi beras pada Januari – Februari akan mengalami kekurangan dimana produksi 2024 ini mencapai 30,5 juta ton namun konsumsinya mencapai 31 juta ton.
“Tapi jangan salah stok beras kita 2 juta lebih. Jadi stok kita 2 juta lebih aman, gitu ya aman. Kalau harga naik, inflasi tinggi, kan daya beli bisa turun. Nah tadi kita minta juga kepala daerah agar beri kita masukan. Kan ada tawaran bantuan langsung, ganti subsidi energi.” ujar Zulhas.
Ia menjelaskan bahwa awal 2024 mengalami kekurangan dikarenakan musim yang tidak menentu dan dahulu ada bansos yang diberikan sebanyak 10 kg.
“Kalau dulu ada bantuan pangan, ada bansos 10 kg, gitu ya. Di musim-musim yang sorted Januari, Februari. Tapi nanti Maret, Mei, Juni, kita surplusnya banyak. Produksinya 3 juta, konsumsinya 2 juta lebih. Ya kan memang begitu, itu siklus saja, gitu,”jelas Zulhas.