Ratusan korban bencana banjir bandang dan tanah longsor masih bertahan di posko pengungsian pusat yang berlokasi di Gedung Olahraga Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara.
Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, pengungsi masih banyak yang memilih untuk beraktivitas maupun beristirahat di GOR Pandan sejak bencana menimpa rumah mereka. Kebanyakan dari pengungsi tinggal bersama keluarga, termasuk kaum rentan ibu dan anak.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapteng, hingga Senin (29/12/2025) kemarin, tercatat jumlah pengungsi ada sekitar 352 orang dari semula 912 orang di GOR Pandan. Lalu untuk korban meninggal dunia mencapai 19 jiwa dan tiga luka-luka.
Sementara itu, fasilitas umum di GOR Pandan juga hadir untuk menunjang kebutuhan pokok pengungsi. Mulai dari dapur umum, mandi cuci kakus (MCK), pemeriksaan kesehatan, serta pos pengungsian.
Kementerian Sosial, Satgas Gulbencal Kodam I/Bukit Barisan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Utara saling berkolaborasi dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.
Pasalnya, secara keseluruhan pengungsi dari Tapanuli Tengah jumlahnya mencapai 4.161 orang yang tersebar di 85 titik posko pengungsian. Sedangkan total korban meninggal dunia akibat peristiwa ini tercatat ada 127 jiwa.