Asisten Deputi Pengembangan Kawasan dan Rantai Pasok UKM, Ali menyebutkan pada hari ini Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki kontribusi sebesar 61 persen pada perekonomian negara. Hal ini disampaikan nya di acara Indonesia Retail Summit 2024, di PIK, Jakarta Utara, Kamis (29/8/2024).
“Umkm kita pada hari ini telah berkontribusi pada perekonomian kita hampir 61 persen,” ungkapnya dalam paparan.
Dengan kontribusi yang besar, jika sektor UMKM mengalami gangguan maka pertumbuhan ekonomi negara bisa turut goyang. Oleh sebab itu, dia menyebutkan dibutuhkan banyak dukungan dalam kemajuan berbagai usaha dalam negeri.
“Sebetulnya kalau ini goyang ya usai sudah,” katanya.
Bahkan katanya menurut data BPS tahun 2022, tertulis industri mikro dan kecil di Indonesia mencapai 4,33 juta usaha. Tentu saja katanya ini merupakan angka yang cukup besar.
“BPS di Tahun 2022 menyebutkan bahwa industri mikro dan kecil Indonesia mencapai 4,33 juta usaha. 5 besar usaha industri mikro dan kecil ini bergerak di bidang makanan barang kain, industri pakaian, textile, dan industri pengolahan lainnya,” tambahnya.
“Sektor-sektor Inilah kita dukung agar mereka tidak hanya menghasilkan ciptakan lapangan pekerjaan namun juga memegang peranan penting dalam rantai pasok ekonomi Indonesia,” tuturnya.
Selain itu, Ali turut menyebutkan pada 2023 neraca perdagangan nasional tengah mengalami penurunan sebesar 35 persen.
“Terlihat 3 tahun terakhir 2020 ini sampai 2023, neraca perdagangan kita ini berturut-turut mengalami surplus senilai 54 juta US Dollar tahun 2022. Namun untuk tahun 2023 data menunjukkan ada penurunan sekitar 35% dari 54 juta US Dollar menjadi 36 US Dollar,” tambahnya.
Adanya penurunan ini disebutnya harus di cermati secara seksama dan dipahami penyebabnya. Agar pertumbuhan neraca perdagangan Indonesia bisa kembali bertumbuh.
“Ini penurunan ini tentunya harus kita cermati bersama harus dipahami penyebabnya Seperti apa lalu kita tawarkan kita bersama untuk memberikan solusi penyelesaiannya,” katanya.
Meski begitu, dia menyatakan masih adanya sedikit kenaikan ditengah penurunan tersebut.
“Meskipun masih surplus tetapi, kan tetap ada penurunan kemudian data impor produk yang mestinya bisa dikerjakan oleh UMKM perlu diberikan apresiasi untuk membangkitkan bangga buatan Indonesia dengan menginisiasi belanja di Indonesia saja,” paparnya.