Video seorang pedagang es teh asal Magelang Sonhaji, yang sempat menjadi perbincangan publik kini berakhir bahagia. Sonhaji hari ini mendatangi Pondok Pesantren Ora Aji di Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta Rabu (4/11/24).
Sonhaji, yang diantar oleh keluarganya, disambut hangat oleh Gus Miftah. Pertemuan tersebut diwarnai dengan pelukan hangat antara keduanya sebagai simbol rekonsiliasi.
“Alhamdulillah sudah dikomunikasikan dengan baik sehingga tidak ada kesalahpahaman antara saya dengan mas Sonhaji, sekali lagi saya berterimakasih kepada netizen gara gara komentar netizen menjadi viral hikmahnya bagi saya bisa lebih banyak mawas diri introspeksi dan banyak belajar,” ujar Gus Miftah.
Selain berbincang dan bersilaturahmi, pimpinan pondok pesantren, Gus Miftah, berencana memberangkatkan Sonhaji dan keluarganya untuk menjalankan ibadah umroh.
“Kalau soal umroh kan yang mau umrohin banyak, pak Son mau umroh sama orang lain atau sama Abah (Gus Miftah), nah beliau ngersake (maunya) diumrohin sama Abah saja,” lanjut Gus Miftah.
Dalam perbincangan itu, Gus Miftah juga secara resmi memasukkan Sonhaji sebagai anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser), karena selama ini Sonhaji kerap berkomunikasi dengan Banser saat berjualan es di berbagai acara.
Sonhaji, yang selama ini berjualan es keliling untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, mengaku tidak menyadari video viral yang melibatkan dirinya. Ia baru mengetahui hal tersebut dari tetangga dan kerabatnya. Kedatangannya ke ponpes Ora Aji untuk bersilaturahmi dan saling memaafkan.
“Intinya saya datang kesini bertemu dengan Gus Miftah intinya yang pertama untuk silaturahim kemudian yang kedua saling maaf memaafkan sudah tidak ada masalah,” kata Sonhaji.
Terkait tawaran untuk berangkat umroh hingga saat ini dirinya masih mau membicarakan lebih lanjut dengan keluarga.