HomeBISNISMenteri Investasi: UMKM Tulang Punggung Perekonomian RI

Menteri Investasi: UMKM Tulang Punggung Perekonomian RI

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengungkapkan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian nasional.

“UMKM ini adalah tulang punggung perekonomian kita, salah satu dari tulang punggung perekonomian kita,” ujar Rosan di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, peran dari UMKM ini sangat-sangat besar dan sangat-sangat luar biasa. Kurang lebih terdapat 65 juta UMKM yang ada di Indonesia, dan itu penyerapan tenaga kerjanya kurang lebih 97 persen atau 117 juta orang.

Kemudian peran UMKM terhadap perekonomian nasional atau produk domestik bruto (PDB) mencapai 61 persen.

“Tapi memang untuk (UMKM) ekspornya justru hanya 16 persen. Sedangkan tema kita salah satunya adalah UMKM Go Global, kreatif, berkualitas, dan siap ekspor. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Tapi kalau kita lihat, lebih lanjut lagi, perannya ini harus kita lebih tingkatkan,” kata Rosan.

Dia mendorong agar pelaku UMKM harus naik kelas hingga menjadi pengusaha besar agar dapat kembali mendukung dan membantu para pelaku UMKM lainnya.

“Karena (UMKM) harus naik kelas. Kenapa? UMKM naik kelas jadi pengusaha kecil, lalu pengusaha kecil naik kelas jadi pengusaha menengah, pengusaha menengah naik kelas jadi pengusaha besar. Pengusaha besar harus kembali lagi mendukung serta membantu UMKM dan usaha kecil,” kata Rosan.

Tentunya pelaku UMKM harus ditingkatkan, terutama dalam akses ke permodalan, teknologi, sumber daya manusia, dan sektor digitalisasi.

“Itu semua menjadi pekerjaan rumah yang harus kita tingkatkan,” kata Rosan.

Sebagai informasi, Menteri Perdagangan Budi Santoso mencatat transaksi business matching (temu bisnis) yang melibatkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ke perwakilan Indonesia di luar negeri mencapai 90,4 juta dolar AS atau sekitar Rp1,4 triliun.

Ia juga mengungkapkan bahwa 70 persen dari UMKM tersebut merupakan UMKM yang belum pernah mengekspor produk ke luar negeri.

Dalam melakukan business matching pun, Budi menyampaikan UMKM tidak bertemu dengan pembelinya secara fisik, tetapi bertemu secara daring dan didampingi oleh perwakilan Indonesia, baik dari Kementerian Perdagangan, perbankan, atau instansi pemerintah lainnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments