Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa Indonesia tetap konsisten memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina. Hal ini merupakan bagian dari komitmen diplomasi aktif Indonesia yang telah menjadi visi kabinet sebelumnya. Pernyataan ini disampaikan Sugiono dalam Pernyataan Pers Tahunan Menlu (PPTM) di Gedung Kemlu, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2024).
“Sebagai negara yang merdeka dan berdaulat yang memiliki tanggung jawab konstitusional untuk menciptakan perdamaian dunia, maka diplomasi aktif Indonesia juga tidak akan pernah meninggalkan perjuangan Palestina,” ujar Sugiono.
Dalam kesempatan tersebut, Sugiono menyoroti kekejaman yang dialami rakyat Palestina selama 460 hari terakhir akibat agresi Israel. Ia mengungkapkan data tragis yang menunjukkan dampak buruk konflik ini terhadap masyarakat sipil Palestina.
Dalam pemaparannya hingga Selasa (7/1/2024), sebanyak 45.885 warga di Gaza tewas dan 109.196 lainnya mengalami luka-luka. Sementara itu, di West Bank korban tewas mencapai 841 orang dan 6.700 lainnya mengalami luka-luka.
Sugiono menegaskan bahwa angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari nyawa manusia yang tak ternilai. Oleh sebab itu, Indonesia terus berkomitmen mendukung perjuangan rakyat Palestina, termasuk melalui pengiriman bantuan kemanusiaan.
“Dan angka-angka ini bukan sekadar statistik, karena setiap angka merepresentasikan nyawa manusia. Oleh karena itu, Indonesia terus berkomitmen untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sugiono menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi internasional tanpa standar ganda. Ia menyambut baik fatwa hukum Mahkamah Internasional dan mendesak Israel untuk tunduk pada hukum internasional.
“Indonesia berpandangan bahwa hukum internasional harus dipatuhi tanpa standar ganda. Indonesia juga menyambut fatwa hukum Mahkamah Internasional dan mendesak stabilitas Israel di depan hukum internasional,” tegas Sugiono.