Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memasang target untuk ekspansi industri kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) Indonesia. Luhut mengungkap akan menyasar benua Afrika untuk menjadi pasar EV kedepan.
“Saya pernah ke Afrika beberapa waktu lalu dan saya akan jalin komunikasi. Mereka melihat Indonesia sebagai negara yang dapat membantu mereka terkait kendaraan listrik ini,” ujarnya.
Luhut membidik benua Afrika bukan tanpa alasan melainkan adanya peluang yang besar dari segi populasi. Pasalnya, diperkirakan adanya gelombang peningkatan angka penduduk di Afrika.
“Populasi di Afrika akan berlipat ganda pada 2045. Ini akan menjadi pasar yang besar,” tuturnya.
Dengan begitu, Indonesia sedang gencar menggaet negara-negara di benua Afrika untuk melakukan kerja sama. Luhut mengungkap beberapa negara seperti Kenya, Afrika Selatan dan Republik Demokratik Kongo sudah intensif berkomunikasi dengan pemerintah.
Lebih lanjut, nantinya pada 2-3 September 2024 di Bali akan dilaksanakan pertemuan Indonesia-Africa Forum yang membahas berbagai kerja sama strategis bagi kedua negara.
Luhut menuturkan sebenarnya Indonesia sudah melakukan berbagai kerja sama dengan negara-negara di Afrika.
“Kerja sama dengan Afrika banyak, kita ada juga kerja Pertamina dengan Kenya dan juga ada potensial kerja sama listrik, PLN, Pertamina dengan PLN South Africa sudah dikerjakan dan kita juga ajak World Bank dengan Afrika, nanti kita lihat,” tandasnya.