CEO Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan sebanyak 600 unit hunian sementara (huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, bakal diserahkan kepada masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor pekan depan.
Hal itu disampaikan Rosan dalam rapat koordinasi (rakor) bersama Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026). Di sana, Prabowo juga telah meninjau 600 unit huntara yang dibangun Danantara.
“Jadi rumah hunian Danantara ini akan kita serah terimakan pada tanggal 8 Januari (2026) sebanyak 600 unit kepada pemerintah daerah,” ujar Rosan.
Bangunan huntara yang tengah dibangun sebanyak 600 unit ini berlokasi di lahan milik PTPN 4 Regional VI Langsa seluas 5,8 hektare (ha) yang sebelumnya adalah kebun kelapa sawit. Rosan memaparkan, ukuran rumah huntara itu, yakni 4,5×4,5 meter atau 20,25 meter persegi.
Kepada presiden, Rosan turut memaparkan rencana pembangunan hunian tetap di Aceh Tamiang. “Kami juga akan menyerahkan juga untuk hunian tetapnya yang sebetulnya hanya diseberang dari sini bapak presiden, seluas 3 hektare. Jadi di hunian yang kami bangun ini luasnya 5,8 hektare yang dapat diperluas sampai mencapai 13 hektare,” tuturnya.
Rosan menambahkan, 600 hunian tersebut juga dilengkapi sejumlah fasilitas yang dapat dimanfaatkan masyarakat terdampak seperti taman bermain, jaringan wifi, listrik, musala, 14 unit dapur umum, serta 120 unit toilet dan kamar mandi.
Adapun pembangunan 600 hunian di Aceh Tamiang merupakan tahap awal dari pembangunan 15.000 huntara yang tesebar di ketiga provinsi terdampak bencana Sumatera. Seluruh huntara tersebut ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan.
Rosan mengungkapkan bahwa terdapat 12.000 unit huntara yang akan dibangun di Aceh, 2.000 unit di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah (Sumatera Utara), dan 500 unit di Sumatera Barat.
Pembangunan hunian oleh Danantara menggunakan dana CSR BUMN senilai Rp 1 triliun dan pengeluarannya saat ini telah mencapai Rp 655 miliar.
“Jadi dana itu yang sudah kami keluarkan dan Insyaallah kita bisa mengakselerasi semua pembangunan yang ada sehingga pembangunan rumah hunian Danantara ini adalah yang kita bilangnya layak dan beradab,” pungkas Rosan.