HomeHUKUMKomdigi Soroti Penjualan Foto di Aplikasi AI: Wajah Juga Bagian dari Data...

Komdigi Soroti Penjualan Foto di Aplikasi AI: Wajah Juga Bagian dari Data Pribadi

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BPSDM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Bonifasius Wahyu Pudjianto menyoroti maraknya praktik fotografer jalanan yang menjual hasil foto masyarakat di aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) tanpa izin.

Bonifasius menuturkan perlindungan data pribadi tidak hanya terbatas pada informasi teks atau identitas digital, tetapi juga mencakup wajah dan bahkan data biometrik seseorang.

“Kita harus menjaga agar tidak ada penyalahgunaan data pribadi kita. Data pribadi bukan hanya teks, bahkan face, lebih advance lagi biometrik kita dan lain sebagainya,” ujarnya kepada awak media di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat pada Jumat (31/10/2025).

Bonifasius menilai fenomena itu dapat cenderung menjadi penyalahgunaan data pribadi yang perlu segera diantisipasi dengan etika dan regulasi yang lebih jelas. Ia menjelaskan di negara-negara maju, pengambilan foto terhadap seseorang harus dilakukan dengan izin.

Sehingga, Bonifasius menilai praktik memotret orang tanpa persetujuan, dan dijual secara komersial merupakan tindakan yang tidak sejalan dengan etika maupun budaya bangsa Indonesia. “Kita mengambil foto orang, harusnya ada permission. Kemudian kalau mereka menggunakan untuk keperluan lain, juga harus ada permission-nya,” bebernya.

Ia menambahkan regulasi yang mengatur pemanfaatan foto dan data pribadi berbasis AI saat ini masih memerlukan pembaruan dan kejelasan hukum. Namun, masyarakat diimbau untuk mulai menerapkan kesadaran etika digital dalam setiap aktivitasnya.

“Regulasi terkait hal ini memang mungkin belum clear ya. Tapi yang sangat harus kita jaga adalah terkait dengan perlindungan data,” jelasnya.

Dirinya mengingatkan pentingnya kesadaran budaya dan sopan santun dalam era digital, terutama bagi pelaku fotografi jalanan dan kreator konten. “Saya sangat mengimbau rekan-rekan yang mengambil gambar, perhatikanlah etika dan budaya kita. Kalau mau mengambil gambar, cobalah untuk permisi lebih dulu,” tandasnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments