Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Eddy Hartono menyoroti kalangan anak yang terpapar konten kekerasan di ruang digital. Di pun menekankan pentingnya upaya deteksi dini terhadap persoalan tersebut.
“Ini merupakan langkah-langkah deteksi dini atau early warning bahwa telah terjadi fenomena di ruang digital tentang terpaparnya anak-anak dengan konten-konten kekerasan,” kata Eddy saat jumpa pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Sejauh ini, Eddy melaporkan pihaknya bersama Densus 88 telah menangani 112 anak yang diduga teradikalisasi. Menurutnya, fenomena anak terpapar konten kekerasan, khususnya dari grup True Crime Community harus disikapi secara serius oleh kementerian/lembaga terkait. Menurutnya, fenomena ini berpotensi menjadi titik awal dari aksi teror yang lebih serius.
“Sejak dini kalau tidak ditangani dengan serius, tidak sinergi kolaborasi kementerian/lembaga, ini akan menjadi ancaman ke depannya, khususnya ancaman terorisme,” ujar Eddy.
Oleh sebab itu, Eddy mengungkapkan pihaknya bersama kementerian/lembaga terkait telah menggelar rapat untuk membahas penanganan masalah ini. Pihaknya pun mengusung adanya rencana aksi nasional dalam hal pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan.
“Mudah-mudahan akan ditetapkan Bapak Presiden melalui Peraturan Presiden dan ini sekarang masih masuk ke dalam Mensesneg,” pungkasnya.