HomeUncategorizedKebutuhan Energi Meningkat di Momen Nataru, BPH Migas Imbau Masyarakat Beli Sesuai...

Kebutuhan Energi Meningkat di Momen Nataru, BPH Migas Imbau Masyarakat Beli Sesuai Kebutuhan dan Tak Panic Buying

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memprediksi adanya peningkatan konsumsi energi, khususnya BBM, di sejumlah titik di Indonesia pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Adanya proyeksi tersebut, BPH Migas bersama PT Pertamina memastikan stok dan pendistribusian BBM dalam keadaan aman.

Kendati demikian, Kepala BPH Migas Wahyudi Anas meminta agar masyarakat tetap membeli BBM sesuai dengan kebutuhan, dan tidak melakukan panic buying.

“Masyarakat jangan panic buying.
Pada saat mendekati Nataru ini, InsyaAllah BPH Migas dan Pertamina Patra memberikan fleksibilitas kelancaran dalam rangka penyaluran tersebut,” ungkap Wahyudi saat melakukan peninjauan kesiapan stok dan infrastruktur BBM di Surabaya, (24/12/2025).

BPH Migas memastikan kesiapan stok dan distribusi energi nasional jelang Nataru). Diketahui, peningkatan mobilitas masyarakat selama periode libur panjang diperkirakan akan mendorong kenaikan konsumsi BBM di berbagai wilayah Indonesia.

Untuk memastikan hal tersebut, Wahyudi Anas, langsung melakukan peninjauan kesiapan di lapangan, salah satunya ke Terminal BBM Perak dan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Surabaya. Dalam kesempatan tersebut dirinya turut membahas secara keseluruhan kesiapan di regional Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Timur (Jatimbalinus).

“Kami melakukan monitoring persiapan dan kesiagaan distribusi BBM dan avtur. Kami tadi pagi sudah mengecek di DPPU Bandara Juanda,” ungkap Wahyudi.

Ia mengungkapkan, selama masa periode nataru, konsumsi energi wilayah Jatimbalinus diproyeksikan mengalami perubahan dibandingkan kondisi normal. Konsumsi BBM jenis gasoline diperkirakan meningkat sekitar 6,6 persen seiring meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat.

Sebaliknya, konsumsi gasoil diproyeksikan turun sekitar 5,1 persen, sejalan dengan berkurangnya aktivitas sektor tertentu selama libur panjang. Sementara, kebutuhan avtur diperkirakan meningkat sekitar 2,4 persen seiring meningkatnya aktivitas penerbangan, dan konsumsi minyak tanah atau kerosene diprediksi naik cukup signifikan, yakni sekitar 8,5 persen dibandingkan periode normal.

Wahyudi memastikan, stok BBM khusus di regional Jatimbalinus berada dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan selama periode Nataru.

Ketahanan stok gasoline tercatat mencapai 9,7 hari, gasoil 6,2 hari, kerosene 5,9 hari, serta avtur mencapai 11,11 hari. Level tersebut dinilai memadai untuk menjaga kelancaran distribusi energi di tengah lonjakan konsumsi.

“Terkait untuk stok (energi) di wilayah Jatimbalinus, lebih dari antara 6 sampai dengan tadi ada 13 hari, sesuai dengan jenis produknya,” bebernya.

Selain kesiapan stok, seluruh infrastruktur pendukung distribusi energi regional Jatimbalinus juga telah disiagakan. Infrastruktur tersebut meliputi 20 Terminal BBM, 9 Terminal LPG, 13 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU), 1.475 SPBU, 904 Pertashop, 163 SPBE, 1.209 agen LPG, serta 43 agen minyak tanah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Dengan kesiapan stok dan infrastruktur tersebut, BPH Migas berharap masyarakat dapat menjalani libur Natal dan Tahun Baru dengan aman dan nyaman tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan BBM dan LPG.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments