Negara yang tergabung dalam kawasan ASEAN, termasuk Indonesia, diyakini mampu meredam adanya dampak kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat dan adanya perang dagang di dunia.
Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu melihat, negara-negara Asean melakukan langkah cepat dalam menyikapi fenomena tersebut. Mari bercerita, saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif, Indonesia dan Malaysia langsung melakukan pertemuan untuk membahas strategi agar dampak negatifnya tak terlalu dirasakan. Mengingat, pasar ekspor ASEAN ke Amerika Serikat merupakan salah satu yang nilainya cukup besar.
Kala itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto langsung menemui Perdana Menteri (PM) Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim, yang juga sekaligus Keketuan Asean 2025.
“Kalau kita lihat, sebetulnya saya cukup bangga respons Asean cukup cepat. Pak Erlangga sudah ke Malaysia menghubungi Prime Minister Anwar Ibrahim sebagai Chair of ASEAN untuk membahas,” ungkap Mari Elka di Jakarta, Rabu (30/4/2025).
Strategi ASEAN telah dibahas dan dilakukan dalam agenda ASEAN Economic Ministers. Di mana pada forum tersebut, ASEAN menegaskan 3 pesan utama dalam meredam dampak adanya kebijakan tarif AS.
Pertama, ASEAN menegaskan untuk melakukan dialog dan diplomasi dengan pihak Pemerintahan Amerika Serikat, alias tidak melakukan kebijakan tarif balasan atau retaliasi. Asean sepakat untuk mencari jalan tengah agar kinerja perdagangan dengan Amerika Serikat dapat menjunjung keadilan.
“Pertama kita masing-masing akan melakukan constructive and positive dialogue dengan Amerika. Dan kita tidak akan melakukan retaliasi,” papar Mari Elka.
Kedua, Asean juga akan mendiskusikan perkembangan dari berbagai kerjasama ekonomi antarnegara Asean. Utamanya untuk memperkuat dan memperbarui sinergi ekonomi, yang mencerminkan komitmen kerja sama yang kuat di kawasan ke tingkat yang lebih baik.
Dan yang ketiga, Asean juga tetap mengacu sistem aturan perdagangan multilateral yang berlaku. Sebagai contoh, Indonesia akan terus menjalankan perdagangan dengan semua mitra dagangnya tanpa terpengaruh oleh tekanan dari negara lain.
“Kita di dalam statement mengatakan tetap commit kepada rules based multilateral trading system,” pungkasnya.