Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran BPI Danantara untuk mencari solusi guna meningkatkan kenyamanan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera.
Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo setelah meninjau langsung kondisi huntara yang dibangun Danantara di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2025).
Di sana, Prabowo mendapati suhu di dalam hunian masih terasa panas. Ia menilai suhu panas tersebut terasa karena bagian atap huntara menggunakan material berbahan seng.
“Saya koreksi sedikit, saya tanya bagaimana ini ya? Seng (atap huntara) panas coba dipikirkan kalau bisa kita kasih apa solusi,” ucap Prabowo saat memimpin rapat koordinasi setelah peninjauan di lokasi.
Sebagai upaya perbaikan, Prabowo telah memerintahkan Danantara untuk melapisi seng di bagian atap huntara dengan material tambahan. Ia mendorong pemakaian material lokal yang sederhana, tetapi efektif dalam meredam panas.
“Apa itu anyaman atau apa ya kan, dari ijuk atau dari apa dilapisi di bawahnya seng, tidak perlu barang bahan mahal, mungkin cukup dengan dengan bahan tekstil ditutup di bawahnya seng itu. Jadi hal-hal semacam itu, itu nanti kreativitas daripada orang-orang lapangan,” jelas Prabowo.
Meski memberikan koreksi, Prabowo mengapresiasi Danantara karena dapat membangun 600 huntara di Aceh Tamiang dalam waktu yang relatif cepat dan tetap memperhatikan aspek keamanan.
Adapun ratusan huntara tersebut dibangun di atas lahan milik PTPN 4 Regional VI Langsa seluas 5,8 hektare yang sebelumnya merupakan kebun kelapa sawit. Setiap unit huntara memiliki ukuran 4,5 x 4,5 meter atau sekitar 20,25 meter persegi dan dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak bencana.
Danantara juga melengkapi kawasan huntara dengan berbagai fasilitas umum, yakni taman bermain anak, jaringan wifi, listrik, musala, 14 unit dapur umum, serta 120 unit toilet dan kamar mandi.
Sebanyak 600 hunian tersebut siap diserahkan kepada masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh Tamiang pada pekan depan.