HomeEKONOMIHarga Cabai di Jember Makin Pedas, Ini Penyebabnya

Harga Cabai di Jember Makin Pedas, Ini Penyebabnya

Harga sejumlah jenis cabai di Jember, Jawa Timur, mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Hal tersebut disebabkan produktivitas panen cabai petani mengalami penurunan sangat drastis mencapai 60 persen, akibat serangan hama yang mengganas.
Pantauan di pasar tanjung jember jum’at 26/7/24 siang harga cabai rawit naik mencapai Rp. 90.000/kg padahal sebelumnya hanya berkisar Rp. 30.000/kg. Sedangkan harga cabai merah besar kini naik menjadi Rp. 35.000/kg dari yang sebelumnya Rp. 25.000/kg.
“Kalau cabai ijo sama kayak rawit/sret dari 30.000/kg sekarang 70.000/kg, mungkin karna kemarau itu” Ujar Samrotul Fuada salah satu pedagang pasar tanjung.
Mahalnya harga cabai tentu berdampak terhadap penjualan yang semakin menurun karena pembeli tentu mengurangi jumlah perbelanjaan, “Jadi banyak yang mengurangi pembelian biasanya beli 1kg jadinya hanya seperempat” jelas Fuada.
Penyebab naiknya harga cabai tersebut tak lain karena produktivitas panen cabai petani menurun 60 persen akibat diserang oleh hama.
Salah satunya di lahan Hadi Purnomo salah satu petani di dusun sumuran, kecamatan ajung, jember. Ia mengaku hama mulai mengganas sejak musim kemarau melanda.
“Musim kemarau hama di lahan kami terdapat banyak serangan trip yang mengakibatkan virus gemini, yang kedua panas begini juga mengakibatkan serangan lalat buah, jadi produksi cabai kami berkurang” Ujarnya.
Hadi mengaku perlu mengeluarkan biaya operasional tambahan hingga dua kali lipat, dari yang biasanya cukup melakukan penyemprotan cairan insektisida seminggu sekali kini penyemprotan harus dilakukan setiap tiga kali sehari.
“Kalau sekarang harga lombok besar satu minggu yang lalu 25.000/kg diambil dari petani, terus panen kemarin hari kamis itu 22.000/kg” Imbuhnya.
Meski harga di tingkat petani cenderung mengalami penurunan Hadi mengaku masih bersyukur, sebab masih dapat menutupi operasional biaya yang dikeluarkan selama masa tanam hingga panen tidak sampai mengalami kerugian.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments